alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keliling untuk Jualan, Salesman Tulari Virus Corona ke 100 Orang

M. Reza Sulaiman Kamis, 21 Januari 2021 | 18:28 WIB

Keliling untuk Jualan, Salesman Tulari Virus Corona ke 100 Orang
Seorang staf konstruksi bekerja di lokasi konstruksi pusat pengamatan medis terpusat, fasilitas darurat untuk mengisolasi orang-orang yang berisiko tertular Covid-19 di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China utara, pada (15/1/2021). [STR / CNS / AFP]

Penjual keliling alias salesman di China menjadi superspreader, setelah menularkan virus Corona kepada lebih dari 100 orang.

SuaraBali.id - Penjual keliling alias salesman di China menjadi superspreader, setelah menularkan virus Corona kepada lebih dari 100 orang.

Dilansir ANTARA, hal ini terjadi di Provinsi Jilin yang melaporkan 133 kasus baru, dengan 57 di antaranya tanpa gejala.

Pihak pemerintah setempat sudah melacak kasus tersebut, yang ternyata berasal dari seorang tenaga penjualan yang beberapa kali bolak-balik dari Provinsi Jilin ke Provinsi Heilongjiang.

Ia diketahui menggelar empat kali promosi pada 6-11 Januari di Jilin, dengan peserta yang didominasi lebih banyak kalangan orang tua.

Baca Juga: Usai Vaksin Covid-19, Ini 5 Aktivitas yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan!

Tenaga penjualan itu telah menularkan virus kepada 102 orang, sekitar 60 persen di antaranya berusia di atas 60 tahun.

Sementara itu, lebih dari 24.000 warga Distrik Daxing, Beijing, China, dilarang meninggalkan rumah karena harus menjalani isolasi mandiri.

Bagi mereka yang hendak ke luar kota harus mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari otoritas lokal dan menunjukkan hasil tes usap yang dilakukan tiga hari sebelum bepergian, demikian pernyataan tim satuan kerja pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Daxing, Kamis.

Pemerintah Distrik Daxing memberlakukan penutupan akses total atau lockdown di lima kawasan permukiman warga setelah mendapati beberapa kasus baru COVID-19.

Semua fasilitas publik di distrik itu, yang belum genap dua tahun dan memiliki bandara komersial baru dan terbesar di China, ditutup.

Baca Juga: Positif Covid-19, Menteri Luar Negeri Zimbabwe Meninggal Dunia

Toko-toko, perkantoran bisnis, hotel, gedung bioskop, dan pusat kebugaran hanya diizinkan menerima kunjungan 50 persen orang dari kapasitas.

Angkutan umum di Distrik Daxing hanya boleh mengangkut 75 persen penumpang.

Di Distrik Daxing, terdapat tujuh warga lokal positif COVID-19. Kawasan permukiman di Subdistrik Tiangongyuan telah meningkat menjadi kawasan berisiko tinggi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait