facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanah Senderan Payangan Longsor, 1 Tewas dan 2 Setengah Tertimbun

Dythia Novianty Jum'at, 15 Januari 2021 | 11:53 WIB

Tanah Senderan Payangan Longsor, 1 Tewas dan 2 Setengah Tertimbun
Tebing setinggi 7 meter di Banjar Peliatan Desa Kelusa Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar, longsor, Kamis (14/1/2021). [Beritabali/Istimewa]

Tebing longsor setinggi 7 meter dan menewaskan seorang pekerja.

SuaraBali.id - Tebing longsor setinggi 7 meter di Banjar Peliatan Desa Kelusa Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar, milik l Gusti Ngurah Made Darmadi, longsor pada Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 13.00 WITA.

Kejadian ini menewaskan seorang pekerja karena tertimbun longsor dan dua orang lainnya setengah tertimbun. Syukurnya, sejumlah pekerja lain berhasil menyelamatkan diri.

Saat kejadian, total ada 12 pekerja di TKP. Korban yang meninggal l Wayan Lebih (60), beralamat Banjar Juga Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.

Korban selamat dari maut l Wayan Balik (45), asal Banjar Batuan Kaler Desa Batuan Kecamatan Sukawati dan l Wayan Cakra Gunawan (47) asal Banjar Juga Desa Mas Kecamatan Ubud.

Baca Juga: Berpotensi Tsunami usai Gempa 28 Kali, Warga Majene Dilarang Dekati Pantai

Peristiwa yang merenggut satu jiwa ini di benarkan oleh Kapolsek Payangan AKP I Wayan Tama.

"Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 13.00 wita seluruh pekerja melanjutkan pekerjaan proyek setelah istirahat siang. Belum ada beberapa menit pada saat bekerja tiba-tiba tanah jurang/tebing yang tingginya sekitar 7 meter longsor dan menimbun 3 orang pekerja," jelas AKP Tama, dilansir Beritabali, Jumat (15/1/2021).

Korban I Wayan Lebih meninggal dunia, I Wayan Balik tertimbun setengah badannya, dan I Nyoman Cakra tertimbun setengah badannya, dan yang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

"Korban Wayan Balik dan I Nyoman Cakra berhasil diselamatkan dari timbunan tanah longsor oleh rekan-rekannya sedangkan I Wayan Lebih (MD) tidak berhasil diselamatkan karena seluruh tubuhnya tertimbun longsoran tanah," jelasnya.

Selanjutnya salah satu buruh memanggil sopir alat berat untuk membantu menggali dan mengevakuasi korban yang tertimbun tanah longsor.

Baca Juga: Potensi Longsor Bawah Laut, Korban Gempa Majene Dilarang Dekati Pantai

Setelah dilakukan penggalian sekitar 30 menit menggunakan eskavator yang juga dibantu masyarakat dan anggota Polsek Payangan korban I Wayan Lebih, berhasil di evakuasi dalam keadaan meninggal dan langsung di bawa ke Puskesmas Payangan, sedangkan dua korban yang selamat dibawa ke Rumah Sakit Payangan.

Atas laporan dari pekerja selanjutnya Kapolsek Payangan bersama anggota mendatangi TKP untuk segera mengevakuasi para korban baik yang selamat dan korban meninggal dunia, segera membawa ke Puskesmas Payangan untuk dimintakan VER.

"Sementara ini masih melakukan penyelidikan," kata Kapolsek Payangan AKP Made Tama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait