Longsor, Akses ke Desa Bukian Terputus 8 Jam

Warga setempat harus melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh mencapai 20 kilometer.

Dythia Novianty
Rabu, 13 Januari 2021 | 16:37 WIB
Longsor, Akses ke Desa Bukian Terputus 8 Jam
Ilustrasi tanah longsor. (Suara.com/Angga Hanggoro Ardi)

SuaraBali.id - Rumpun bambu tumbang jadi penyebab tanah longsor menutup badan jalan di Desa Melinggih menuju Desa Bukan, Kecamatan Payangan, pada Selasa (12/1) pukul 18.29 WITA.

Akibatnya, akses menuju Desa Bukian sempat terputus selama 8 jam. Warga setempat harus melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh mencapai 20 kilometer.

Material longsor baru berhasil dibersihkan dari badan jalan sekitar pukul 02.30 WITA. Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Dharma Jati, Rabu (13/1) menjelaskan, rumpun bambu tumbang diduga karena sering diguyur hujan.

"Kejadiannya Selasa malam, dan laporan diterima bahwa ada serumpun pohon bambu longsor dengan ketebalan material kurang lebih 2 meter yang menutupi akses lalu lintas menuju Desa Bukian, Payangan," terangnya dilansir Beritabali, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga:Waspada 3 Titik Rawan Longsor di Desa Wonolelo Magelang

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun materi, namun kejadian tersebut membuat akses menuju Desa Bukian dari Desa Melinggih dan sebaliknya terputus sekitar 8 jam. Sehingga petugas BPBD, Damkar, TNI, Polri serta warga setempat bahu membahu melakukan penanganan secara ekstra.

"Upaya yang kami lakukan mengerahkan anggota TRC BPBD Gianyar, beserta armada dan perlengkapan untuk melakukan penanganan. Pukul 02.30 WITA material serumpun pohon bambu longsor yang menutupi akses lalul intas menuju Desa Bukian Payangan sudah dapat dibersihkan," jelasnya.

Selama penanganan tersebut warga yang berkepentingan diarahkan melewati jalan alternatif yang jarak tempuhnya mencapai 20 kilometer menuju pusat kecamatan.

Sementara setelah dilakukan penanganan dan akses terbuka kembali warga juga diimbau untuk tetap waspada jika melintasi jalur rawan longsor. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya korban di tengah cuaca ekstrem saat ini.

Baca Juga:Penyebab dan Jenis Erosi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini