Bak Gempa, Rumah Warga di Pulau Lancang Bergetar saat Sriwijaya Air Jatuh

Bahkan menggetarkan kaca-kaca di jendela rumah penduduk.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 11 Januari 2021 | 07:36 WIB
Bak Gempa, Rumah Warga di Pulau Lancang Bergetar saat Sriwijaya Air Jatuh
Kapal Basarnas KN SAR Wisnu melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Meski tidak mengalami cedera dan kapalnya tidak mengalami kerusakan, Hendrik mengaku masih terguncang, hingga tidak enak makan dan tidur sampai tak sanggup bekerja mencari rajungan seperti sedia kala.

Dari informasi yang dihimpun Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Keluarga Co Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Diego Enrile Mamahit menunjukkan foto diri kru pesawat tersebut di tempat penyerahan data ante mortem guna keperluan identifikasi di RS Polri, Jakarta, Minggu (10/1/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Keluarga Co Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Diego Enrile Mamahit menunjukkan foto diri kru pesawat tersebut di tempat penyerahan data ante mortem guna keperluan identifikasi di RS Polri, Jakarta, Minggu (10/1/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Baca Juga:Kisah Paulus yang Namanya Tercantum di Manifes Sriwijaya Air SJ 182

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dua hari sudah Tim SAR Gabungan mencari penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut yang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Laki dan Lancang Kepulauan Seribu, dengan berbagai temuan baik itu serpihan yang diduga bagian pesawat nahas, juga ada bagian tubuh manusia.

Meski secara resmi sudah diumumkan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut, alangkah baiknya semua pihak bisa melakukan berbagai upaya yang berempati pada semua pihak baik itu keluarga korban, relawan, hingga saksi-saksi kejadian, setidaknya tidak menyebarkan kabar-kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Karena, perlu diingat musibah serta bencana bisa menimpa siapa saja dan dalam keadaan apa saja, semua bisa menjadi korban.

Baca Juga:Tata Cara dan Niat Salat Gaib untuk Korban Pesawat Sriwijaya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak