Selain itu, ia mengaku setelah merekam konten, sepeda motor C70 miliknya langsung diangkat ke daratan dan kondisinya tetap baik.
"Seperti yang kalian ketahui, saya membeli sepeda motor itu, bukan menyewanya. Kami juga mengeluarkannya 30 menit setelahnya. Tidak ada yang lepas, tidak ada yang rusak. Kami memberikannya pada masyarakat setempat dan mereka telah menggunakannya," sambungnya.

Ia juga bersedia bila diajak berdialog secara terbuka mengenai konten yang dibuat. Di akhir penjelasannya, Sergey mengaku juga melakukan kegiatan sosial untuk membantu anak-anak di Pulau Dewata, termasuk dengan membuat konten video.
"Kami juga mengadakan penggalangan dana sosial, menolong anak-anak di Bali. Saya berterima kasih untuk situasi ini, kami dapat menarik perhatian lebih besar pada masalah ini. Merekam video bersama dan mengumpulkan lebih banyak uang untuk anak-anak ," pungkas Sergey.
Baca Juga:Polwan Dihukum Atasan Gegara Main TikTok, Disebut Bikin Citra Buruk
Bidikan layar pembelaan Niluh Djelantik itupun dibagikan ulang oleh Niluh Djelantik di Instagram, Minggu (14/12/2020).
Niluh Djelatih mengucapkan terima kasih atas niatan baik Sergey yang meminta maaf. Namun dirinya menunggu update dari pihak imigriasi terkait status izin tinggal sang blogger Rusia tersebut.
"Jika ada di antara kesayangan yang pernah mengalami pengalaman atau pelayanan kurang menyenangkan saat di Bali, atas nama masyarakat Bali, Mbok Niluh meminta maaf dari hati yang terdalam. Apa yang kami lakukan tak mewakili keseluruhan rakyat Bali yang pada dasarnya sangat welcome dan menyayangi kalian," tulis Niluh Djelantik.
Warganet pun terpancing memberikan tanggapannya atas kehebohan yang terjadi.
Baca Juga:Terbang Sampai ke Genteng, Kecelakaan Yamaha MX King Bikin Ngeri