Yang unik dari metode pengolahan sampah di lokasi ini adalah pemanfaatannya untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Selain bermanfaat bagi masyarakat sekitar, pengelolaan inipun bertujuan untuk menjaga kebersihan pantai dan melestarikan ekosistem hutan bakau yang ada di daerah sekitar Nusa dua.
Setelah kamu mempelajarinya, jangan lupa kunjungi spot Water Blow untuk mengabadikan momen seru nan unik menunggu datangnya deburan ombak ke tebing-tebing batu.
3. Ulun Danu Beratan

Di Ulun Danu Beratan, kamu menenangkan diri sejenak dari riuh dan ramainya pulau Bali sembari mempelajari bagaimana masyarakat sekitar menjaga hubungannya dengan Tuhan. Selain berjalan-jalan dan menikmati pemandangan di sekitar pura, kamu juga bisa menyaksikan upacara adat yang unik seperti Upacara Melasti apabila kamu datang pada waktu-waktu tertentu.
Baca Juga:Bali Zoo Gianyar Tawarkan Pemandangan Savana, Tak Perlu ke Afrika
Meski demikian, bila kamu datang pada waktu upacara adat dilakukan, maka kamu akan menemukan destinasi ini dipadati oleh banyak wisatawan. Jangan lupa lakukan riset dan jaga kebersihan sebelum kamu mengunjungi destinasi ini setelah pandemi berakhir ya.
4. Taman Nasional Bali Barat
Tidak hanya sekedar berkunjung, kamu juga bisa menginapm belajar dan bertukar pengalaman mengenai konservasi dan biodiversitas bersama para ahli di bidangnya melalui program SERC (Scientific, Education and Research Centre) yang disediakan oleh pengurus wisata di lingkungan ini. Kamu juga dapat melihat, mempelajari, dan ikut berkontribusi dalam upaya perlindungan satwa yang terancam punah, Burung Jalak Bali.
Bila kamu memiliki budget lebih, kamu juga bisa menikmati wisata kapal pesiar yang juga akan diselipkan dengan informasi tentang perlindungan dan pelestarian biota laut di daerah tersebut.

5.Desa Wisata Penglipuran
Baca Juga:Organisasi Masyarakat Sipil Tuberkulosis Punya Peran Penting saat Pandemi
Desa Wisata Penglipuran destinasi wisata favorit di Bali yang populer karena kebersihannya. Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Bali, desa adat ini memiliki luas 112 hektar yang terbagi atas tiga zona yakni Parahyangan (area suci), Pawongan (area penduduk), dan Palemahan (perkebunan, makam umum dan lain-lain).