SuaraBali.id - Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa dinyatakan terjangkit virus corona pada 2 Oktober 2020.
Ajaibnya, tak butuh waktu lama Mangku Budiasa dinyatakan sembuh dari virus corona.
Setelah menjalani isolasi di Denpasar selama lima hari tepatnya pada 8 Oktober 2020, hasil tes swabnya menunjukkan negatif Covid-19.
Lantas apa rahasianya?
Baca Juga:Kontroversi Stiker Isolasi Mandiri, Wagub Riza: Realisasinya Masih Proses
Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), Mangku Budiasa mengatakan salah satu cara agar tubuhnya kembali negatif dari Covid-19 adalah tidak stres alias tidak panik.
Selama isolasi, ia menanamkan pikiran kalau dirinya sedang sehat dan diminta untuk menikmati istirahat.
“Jangan stres, jangan panik itu yang saya lakukan. Anggap istirahat dulu,” kata Mangku Budiasa, Jumat (9/10/10).
Menurut politisi dari Desa Selat Kecamatan Sukasada tersebut, dengan cara itulah dirinya bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Mangku Budiasa mengatakan dia tidak pernah tahu darimana terpapar Covid-19. Kondisinya juga sehat-sehat saja.
Baca Juga:Dokter Paru: Status OTG Covid-19 Harus Berdasarkan Pemeriksaan Medis
Namun tim survelen pernah memintanya untuk swab karena ada salah sau anggota dewan yang lebih dulu terpapar positif Covid-19.
Akhirnya, dia menjalani swab dan hasilnya positif. Mangku Budiasa termasuk salah satu dari 10 anggota DPRD Buleleng yang terpapar Covid-19.
"Kebetulan di DPRD ada anggota yang duluan positif, dan aktivitas di Dewan agak padat agendanya, jadi memang kita agak teledor lah, dari situ awalnya," kata Mangku Budiasa.
Ternyata benar DPRD menjadi klaster baru, kita harus akui kita lalai, kalau kita tidak menjaga jarak, ini sebagai pelajaran bagi kita semua,” sambungnya.
Akhirnya dia harus menjalani isolasi sesuai anjuran pemerintah. Mangku merasa tidak keberatan, karena baginya itu adalah sebuah peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Dengan proses karantina secara terpusat, ia merasa jauh lebih nyaman dan tenang. Terlebih lagi pelayanan dari tenaga krsehatan yang setiap saat mengontrol kondisinya bersama dengan pasien positif lainnya.