facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mahasiswa Ini Buat Laporan Palsu ke Polisi karena Takut Dimarahi Ibu

Husna Rahmayunita Rabu, 26 Agustus 2020 | 07:52 WIB

Mahasiswa Ini Buat Laporan Palsu ke Polisi karena Takut Dimarahi Ibu
FZ, mahasiswa nekat bikin laporan palsu ke polisi. (dok.Lombokita.com)

FZ mengaku ponselnya dirampas kawanan begal.

SuaraBali.id - Seorang mahasiswa berinisial FZ (20) asal Lombok Timur berpura-pura menjadi korban pembegalan dan membuat laporan palsu ke polisi.

Hal itu dilakukan lantaran dirinya takut dimarahi sang ibu setelah diam-diam menjual ponsel.

Dikutip dari Lombokita.com--jaringan Suara.com, Rabu (26/8/2020), awalnya FZ mengaku ponselnya dirampas kawanan begal.

Mendengar cerita terseut, sang ibu kemudian mendatangi Polsek Jerowaru untuk membuat laporan pembegalan anaknya.

Baca Juga: Ditinggal Makan Siang, Uang Rp 70 Juta di Mobil Raib Digondol Maling

Dalam laporannya, FZ mengaku dibegal di wilayah Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kamis (20/8) lalu.

Namun saat anggota Polsek Jerowaru melakukan olah tempat kejadian perkara, tak menemukan bukti tindak pembegalan tersebut.

Tak beberapa lama, FZ mengaku kalau dirinya hanya berpura-pura menjadi korban begal.

Hal itu dilakukan karena ia takut dimarahi sang ibu setelah menjual ponsel kepada seorang teman dengan alasan butuh uang.

"Memang betul saya buat laporan palsu, karena takut dimarahi sama ibu saya, karena telah jual HP," ungkapnya di Polres Lotim.

Baca Juga: Sering Terjadi Angin Puting Beliung di Batam, Begini Penjelasan BMKG

Terhadap laporan palsu yang dibuat itu, FZ pun sempat diamankan polisi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait