Timpun berusaha mencari paus tersebut dan berusaha mengejar paus itu dengan speed boat namun tak sempat karena hilang dan semakin gelap keadaan di laut.
"Teman-teman tetap melakukan upaya pencarian dan penyisiran sampai saat ini," katanya.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi itu. Ia mengatakan akan terjun langsung ke lokasi untuk memastikan hilangnya paus itu.
"Kalau sudah hilang akan sulit dilacak. Kalau badannya sudah membusuk dan perutnya pecah, akan tenggelam sendiri," tambah dia.
Baca Juga:Alhamdulillah! Pasien NN Sembuh, Bangka Kembali ke Zona Hijau
Ia juga mengatakan bahwa paus itu dilaporkan pertama kali oleh warga pada Selasa (21/7/2020), pukul 10.00 wita.
Namun baru terdampar di pesisir pantai itu sekitar pukul 15.00 WITA.
Rencananya pada Rabu pukul 10.00 WITA akan dilakukan penguburan di dalam pasir seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.
Sampai pukul 08.10 WITA proses pencarian paus biru itu masih dilakukan oleh para petugas.
Baca Juga:Driver Ojol Makassar Gelar Aksi Massa, Begini Tanggapan Gojek