- Kemenkes menemukan tiga varian genom TBC di barat, tengah, dan timur Indonesia dari riset 7.000 pasien.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan tersebut di Bali pada 5 November 2026 dalam forum internasional.
- Indonesia mencatat 136.000 kematian akibat TBC sehingga pemerintah mendesak percepatan persetujuan obat dan penanganan.
SuaraBali.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan tiga varian genom tuberkulosis (TBC) di Indonesia berdasarkan penelitian terhadap 7.000 pasien dari berbagai wilayah.
Temuan ini menjadi dasar untuk mengkaji efektivitas vaksin dan pengobatan TBC yang dikembangkan agar sesuai dengan karakteristik penyakit di Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan tersebut dalam forum The 40th Stop TB Partnership Board Meeting 2026 di Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Kamis 5 November 2026.
Penelitian tersebut didukung pendanaan Global Fund dengan menggunakan teknologi pengurutan genom (genome sequencing) dari Illumina dan Oxford Nanopore.
Dari hasil penelitian, ditemukan tiga varian genom TBC dengan karakteristik berbeda berdasarkan wilayah geografis, yakni Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
"Saya ingin memeriksa apakah hal ini akan berdampak pada sensitivitas atau kurangnya sensitivitas serta efektivitas vaksin dan pengobatan baru tersebut, mengingat terdapat varian-varian yang sangat jelas perbedaannya, tiga varian berbeda, yakni varian Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur," kata Budi.
Menurut Budi, perbedaan karakteristik genom tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efektivitas vaksin maupun obat TBC yang sedang dikembangkan.
Pemetaan genom dinilai penting agar pengembangan teknologi kesehatan, khususnya vaksin dan terapi TBC, dapat mempertimbangkan karakteristik bakteri yang ditemukan di Indonesia.
Budi mengapresiasi dukungan Global Fund dalam membiayai penelitian terhadap 7.000 pasien tersebut.
Baca Juga: Dinkes Bali Respons SE Kemenkes Soal Covid-19, Masyarkat Diminta Jaga Kesehatan
Ia berharap hasil penelitian dapat memperkuat strategi penanggulangan TBC, termasuk pengembangan vaksin dan penentuan efektivitas pengobatan.
Saat ini, Indonesia juga terlibat dalam uji klinis fase ketiga vaksin TBC M72 bersama sejumlah negara. Pemerintah juga tengah mempersiapkan uji klinis obat baru yang diharapkan dapat memperpendek durasi pengobatan TBC.
"Tidak ada satu pun hal yang sampai ke tangan pasien secara kebetulan. Kita perlu melakukan skrining terhadap pasien, memberikan pengobatan, serta menyalurkan vaksin kepada mereka," ujarnya.
Kematian Akibat TBC di Indonesia Capai 136 Ribu Orang
Dalam forum internasional tersebut, Budi juga menyoroti tingginya angka kematian akibat TBC di Indonesia yang mencapai 136.000 orang.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia
-
Kronologi Kecelakaan Maut Avanza dan Vario di Lombok: Pasutri Tewas, Bayi Luka-Luka
-
Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan
-
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan