- WNA bernama Sergey Melnikov mengeluarkan seluruh anggota WNI dari grup WhatsApp "Garage Sales in Amed" di Bali.
- Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik mendesak pihak Keimigrasian Bali memperketat pengawasan terhadap aktivitas WNA.
- Kasus dugaan diskriminasi ini memicu kemarahan publik setelah diungkap oleh kreator konten asal Italia, Christian Giacobbe.
SuaraBali.id - Tindakan eksklusivitas dan dugaan diskriminasi yang dilakukan oleh oknum Warga Negara Asing (WNA) terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Bali kembali memantik amarah publik.
Kali ini, insiden tersebut memicu reaksi keras dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Bali, Ni Luh Djelantik.
Ia secara tegas mendesak pihak Keimigrasian di Bali untuk semakin memperketat pengawasan terhadap para WNA yang menetap dan beraktivitas di Pulau Dewata.
Sentimen publik pun mulai menyerukan agar masyarakat membiasakan diri menyebut WNA yang menetap di Indonesia sebagai "imigran", bukan "ekspatriat", kecuali jika mereka terbukti 100 persen resmi dan legal.
Hal ini sebagai bentuk penerapan standar yang sama sebagaimana yang diterapkan oleh negara-negara asing terhadap WNI di luar negeri.
Kronologi Kasus Grup WA "Garage Sales in Amed"
Kemarahan publik ini bermula dari sebuah insiden di dunia maya yang diungkap oleh pembuat konten (content creator) asal Italia, Christian Giacobbe. Melalui akun pribadinya @chrisgiacobbecomedy, Chris membongkar dugaan tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh seorang WNA bernama Sergey Melnikov.
Sergey diketahui telah mengeluarkan (kick out) seluruh anggota berstatus WNI secara sepihak dari sebuah grup WhatsApp bernama "Garage Sales in Amed".
Berdasarkan penelusuran terkait, aksi sepihak ini diduga dipicu oleh rasa tidak suka para WNA yang menyalahkan warga lokal atas meningkatnya penindakan dan operasi keimigrasian terhadap WNA bermasalah di Bali belakangan ini.
Baca Juga: 5 Daya Tarik Utama Wisatawan Asing Berlibur di Indonesia
Menurut penuturan Chris, Sergey berdalih bahwa para anggota WNI dikeluarkan karena dianggap tidak mematuhi aturan. Dalam tangkapan layar percakapan, Sergey mengklaim:
Grup tersebut sejak awal diperuntukkan khusus bagi komunitas ekspatriat.
Semakin banyak warga lokal yang bergabung dan mulai mengabaikan aturan grup.
WNI yang ditendang ini diklaim agar "anggota asing merasa lebih aman".
Alasan tersebut dinilai sangat tidak masuk akal dan diskriminatif oleh Chris maupun anggota grup lainnya. Sejumlah anggota memprotes keputusan itu dan bersaksi bahwa banyak WNI yang dikeluarkan tidak pernah melanggar aturan apa pun.
Rentetan kasus eksklusivitas WNA di Bali ini membuat publik semakin menyoroti maraknya indikasi sikap merendahkan WNI di tanahnya sendiri. Publik pun kembali mempertanyakan ketegasan sikap Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam menangani isu-isu serupa.
Berita Terkait
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern