M Nurhadi
Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:03 WIB
Sebagai Ilustrasi-Dua WNA di Bali Nyolot saat Ditilang, Abaikan Helm dan Tunjuk Jari Tengah. [SuaraKalbar.Id/Instagram)
Baca 10 detik
  • WNA bernama Sergey Melnikov mengeluarkan seluruh anggota WNI dari grup WhatsApp "Garage Sales in Amed" di Bali.
  • Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik mendesak pihak Keimigrasian Bali memperketat pengawasan terhadap aktivitas WNA.
  • Kasus dugaan diskriminasi ini memicu kemarahan publik setelah diungkap oleh kreator konten asal Italia, Christian Giacobbe.

Sebelumnya, Gubernur Koster sempat merespons polemik acara lari bertajuk "Bali Silent Disco" yang diselenggarakan oleh WNA dan dituding syarat akan diskriminasi terhadap WNI.

Usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forkompinda Bali di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (28/7) lalu, Koster membantah adanya unsur diskriminasi dalam acara tersebut.

"Yang Silent Disco. Saya dapat laporan itu ternyata tidak seperti yang diberitakan, orang Indonesia-nya ada. Jadi tidak benar itu (diskriminasi). Soal penyelenggaraan event lari tidak ada yang perlu dirisaukan sepanjang itu tidak menggangu aktivitas masyarakat," ujar Koster.

Sebelum kasus Silent Disco, publik juga sempat dihebohkan oleh kasus komunitas Entourage Bali. Dalam kasus tersebut, dugaan diskriminasi mencuat setelah beredar tangkapan layar yang menunjukkan bahwa seleksi calon peserta komunitas dilakukan berdasarkan kewarganegaraan.

Load More