- Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis tiga bulan penjara kepada WNA asal Prancis, Ludovic Roche, pada Rabu (15/7).
- Terdakwa terbukti melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Kapolda NTB melalui unggahan video di media sosial.
- Tindakan tersebut melanggar Pasal 433 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait informasi elektronik.
SuaraBali.id - Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis tiga bulan penjara kepada warga negara asing (WNA) asal Prancis Ludovic Roche alias Ali.
Dalam perkara penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.
Ketua Majelis Hakim Lalu Moh. Sandi Iramaya di Pengadilan Negeri Mataram, membacakan amar putusan yang menyatakan terdakwa dijatuhi pidana penjara selama tiga bulan. Sidang menghadirkan terdakwa secara daring.
"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ludovic Roche alias Ali selama tiga bulan," kata hakim, Rabu (15/7).
Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui sarana teknologi informasi terhadap pejabat yang sedang melaksanakan tugas secara sah.
Perbuatan tersebut dinyatakan terbukti sebagaimana dakwaan penuntut umum berdasarkan Pasal 433 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima putusan. Sementara itu, jaksa penuntut umum masih menyatakan pikir-pikir untuk menentukan upaya hukum selanjutnya.
Sebelumnya, penuntut umum menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama lima bulan karena terbukti melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Ludovic, yang telah menikah dengan perempuan asal Kabupaten Lombok Utara, didakwa melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap pejabat Polri dengan menyebarluaskan video berdurasi sekitar dua menit melalui akun Facebook dan TikTok miliknya.
Baca Juga: Kasus Rudapaksa Sesama Warga Asing di Gili Trawangan Segera Disidangkan, Ini Sosok Pelaku
Dalam dua video yang diunggah pada 29 dan 30 Desember 2025, Ludovic menuding Kapolda NTB saat itu Irjen Pol. Hadi Gunawan membekingi peredaran narkoba di Kabupaten Lombok Utara.
Ia juga menyebut keterlibatan Kapolres Lombok Utara, Kapolsek Pemenang, serta seorang penyidik Satresnarkoba Polres Lombok Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Investasi Migas Triliunan Rupiah Masuk Bali, Siap Mandiri Listrik dari Jawa?
-
Modal Rp16 Miliar Amblas? Polda NTB Usut Dugaan Korupsi BUMD Lombok Timur
-
Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik
-
Penyelundupan Emas Rp13 Miliar di Bandara Lombok, Diduga Hasil Tambang Ilegal