- Pengadilan Negeri Mataram menjadwalkan sidang perdana terdakwa rudapaksa asal Korea Selatan, Woosung Kim, pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Peristiwa rudapaksa terjadi di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada April 2026 terhadap sesama warga negara Korea Selatan.
- Terdakwa ditahan di Lapas Kelas II A Lombok Barat dan didakwa melanggar undang-undang tindak pidana kekerasan seksual.
SuaraBali.id - Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, menerbitkan agenda sidang pembacaan dakwaan perkara rudapaksa dengan terdakwa seorang Warga Negara Korea Selatan (Korsel) berinisial WK alias Woosung Kim (22).
"Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan sudah terbit, diagendakan Rabu besok (8/7)," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram, Kelik Trimargo di Mataram, Senin 6 Juli 2026.
Ia mengatakan agenda sidang perdana tersebut terbit berdasarkan penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Mataram.
Selain jadwal sidang, ketua pengadilan juga turut menetapkan susunan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara yang datang dari hasil pelimpahan pihak Kejari Mataram tersebut.
"Susunan majelisnya, Laily Fitria Titin Anugerahwati selaku hakim ketua dengan anggota saya sendiri (Kelik Trimargo) bersama Dian Wicayanti," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa pihaknya telah merilis informasi perihal perkara rudapaksa ini melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Mataram.
"Jadi, untuk informasi lebih lanjut bisa akses di SIPP kami," ucap Kelik.
Melalui laman SIPP Pengadilan Negeri Mataram, perkara ini didaftarkan pihak kejaksaan pada Rabu (1/7). Perkara dengan klasifikasi lain-lain tersebut teregister dengan nomor: 399/Pid.Sus/2026/Pn Mtr.
Turut tercantum dalam informasi SIPP daftar jaksa penuntut umum yang akan menyidangkan perkara tersebut. Mereka adalah Ni Made Saptini, Baiq Ira Mayasari, dan Sulviany.
Baca Juga: WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
Kejaksaan dalam tahap penuntutan ini menahan Woosung Kim dengan menitip yang bersangkutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat.
Penahanan berlangsung sejak 24 Juni 2026 usai kejaksaan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Utara sebagai pihak yang melaksanakan penyidikan.
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Utara Ipda Lalu Risda Adiansah sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penahanan terhadap Woosung Kim di tahap penyidikan.
Dalam berkas, penyidik menetapkan bule Korsel tersebut atas dugaan pelanggaran Pasal 6 huruf b Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) atau Pasal 473 ayat (1) dan ayat (3) huruf a UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Peristiwa rudapaksa tersebut terjadi pada medio April 2026, ketika pelaku Woosung Kim dengan korban yang juga dari Korsel datang berlibur ke Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.
Meskipun berasal dari satu negara, antara korban dengan pelaku baru saling kenal saat bertemu di lokasi penginapan yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Kabar Baik! Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Pelni Digratiskan 100 Persen