Eviera Paramita Sandi
Kamis, 16 Juli 2026 | 12:12 WIB
Sesi video call Bali - Gili Trawangan dengan jaringan 5G Indosat, Rabu (15/7/2026)[Suara.com/Eviera Paramita Sandi]
Baca 10 detik
  • Indosat memperluas jaringan 5G di wilayah Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
  • Saat ini telah dioperasikan 664 titik pemancar sinyal dan menargetkan peningkatan menjadi 1.100 titik hingga akhir tahun 2026.
  • Pertumbuhan trafik data 5G melonjak 30 persen dipicu oleh tingginya aktivitas digital masyarakat lokal serta kunjungan wisatawan mancanegara.

SuaraBali.id - Indosat secara resmi memperluas jaringan generasi kelima (5G) di sejumlah titik strategis kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Bali-Nusra). Langkah ekspansi ini difokuskan untuk menopang lonjakan lalu lintas data serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

VP Head of Technology Java Indosat, Sugeng Rumawan, memaparkan bahwa saat ini infrastruktur pemancar sinyal 5G perusahaan telah tersebar di lebih dari 664 titik.

Emiten telekomunikasi ini menargetkan perluasan jaringan secara masif hingga menyentuh 1.100 titik di seluruh Bali pada akhir tahun 2026.

"Kami terus memperluas cakupan 5G sudah lebih 664 titik, kami target 1.100 titik yang mencakup daerah pariwisata termasuk daerah pariwisata yang belum terkenal, kemudian daerah pendidikan dan kawasan lainnya," ujar Sugeng dalam sesi Media Update di Denpasar, Rabu (15/7/2026).

Data internal perusahaan mencatat, dalam kurun waktu empat bulan terakhir, lalu lintas pertumbuhan trafik data 5G di wilayah tersebut sudah melonjak hingga mencapai 30 persen.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh tingginya aktivitas digital masyarakat lokal serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Indosat Ooredoo Hutchison dalam sesi media update di Denpasar, Rabu (16/7/2026)[Suara.com/Eviera Paramita Sandi]

SVP Head of Region Bali-Nusra Indosat, Juliandi George Fransiskus, menyebutkan bahwa pertumbuhan pengguna dari sektor turis asing bahkan mencatatkan kenaikan hingga dua digit, yang mayoritas terlihat dari aktivitas registrasi kartu di Bandara Internasional Ngurah Rai. 

Meski mencatatkan pertumbuhan positif, Indosat dihadapkan pada sejumlah tantangan besar ke depan terkait pemerataan infrastruktur digital.

Karakteristik geografis Bali dan Nusa Tenggara yang terdiri dari gugusan pulau menuntut konsistensi jaringan yang andal, baik untuk kebutuhan ruang terbuka maupun di dalam ruangan.

Baca Juga: 5 Daya Tarik Utama Wisatawan Asing Berlibur di Indonesia

Selain itu, perluasan ke area yang lebih luar di luar titik pariwisata utama menjadi target berikutnya.

"Ke depannya menurut saya sih 5G ini harusnya makin meluas lagi tidak hanya di Bali dan Lombok, mungkin nanti sampai ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) lainnya. Itu tantangan berikutnya," jelasnya.

Sementara itu, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menambahkan bahwa kehadiran teknologi ini disesuaikan dengan ritme kebutuhan digital kawasan Bali-Nusra yang unik, mulai dari ekosistem pekerja lepas digital (digital nomad), pelaku siaran langsung (live streaming), content creator hingga gamers.

Load More