- Kapolda NTB memastikan penyidikan kasus pembakaran santri di Lombok Tengah terus berjalan untuk segera menetapkan tersangka pekan ini.
- Polda NTB berkomitmen mengawal hak restitusi bagi para korban guna membantu meringankan beban keluarga yang sedang mengalami musibah.
- Kemenag NTB memberikan pendampingan pendidikan serta beasiswa bagi korban dan memperketat pengawasan di seluruh pondok pesantren wilayah tersebut.
SuaraBali.id - Kapolda Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja memastikan penyidikan kasus pembakaran tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah terus berjalan dan penetapan tersangka diupayakan dilakukan pekan ini.
"Penyidikan terus berjalan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar pekan ini tersangka dapat ditetapkan dan diumumkan, sehingga seluruh pertanyaan masyarakat memperoleh jawaban secara terang," kata Kalingga dalam keterangan yang diterima di Mataram, usai membesuk keluarga korban, Selasa (7/7).
Ia mengatakan penyidik Polres Lombok Tengah telah meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan yang mengarah pada penetapan tersangka.
Selain proses hukum, Polda NTB juga akan mengawal pemenuhan hak restitusi atau ganti rugi bagi para korban.
"Harapan kami langkah ini dapat membantu meringankan beban para korban dan keluarganya," ujarnya.
Kalingga mengingatkan seluruh pengelola lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, agar memperkuat pengawasan terhadap lingkungan belajar demi mencegah kejadian serupa.
"Pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri. Mari kita tingkatkan pengawasan serta kepedulian agar musibah seperti ini tidak terulang," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB Zamroni Azis mengatakan pihaknya berkomitmen mendampingi korban, baik dalam keberlanjutan pendidikan maupun pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
"Kami berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap pondok pesantren. Saat ini kami juga memproses perpindahan data pendidikan korban ke MTs Negeri sesuai keinginan keluarga, sekaligus menyiapkan beasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan," ujar Zamroni.
Baca Juga: 17 Saksi Pembakaran Santri Diperiksa Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah: Kapolda NTB Pastikan Tersangka Diumumkan Pekan Ini
-
Lantik Istri Jadi Sekretaris Dinas Kesehatan, Wali Kota Bima: Bukan Nepotisme!
-
Petugas Sensus Ekonomi Ditolak Warga, Dikira Petugas PLN
-
Kasus Rudapaksa Sesama Warga Asing di Gili Trawangan Segera Disidangkan, Ini Sosok Pelaku
-
BRI Bersama Danantara Kokohkan Posisi Sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan