- BPS Kabupaten Lombok Timur menjalankan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door hingga akhir Agustus 2026 mendatang.
- Progres pendataan baru mencapai 30 persen akibat kendala penolakan warga serta kesalahpahaman identitas petugas dengan instansi lain.
- BPS memastikan seluruh petugas menggunakan atribut resmi untuk menjamin akurasi data dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
SuaraBali.id - Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Selain penolakan dari sebagian responden, petugas juga kerap disalahpahami sebagai petugas pendataan dari instansi lain, sehingga proses pengumpulan data belum berjalan sepenuhnya mulus.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, mengatakan hingga awal Juli 2026 capaian pendataan baru mencapai sekitar 30 persen dari target keseluruhan.
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan secara door to door yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
"Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 saat ini masih berada pada tahap pendataan lapangan secara door to door. Progres pendataan sudah mencapai sekitar 30 persen dan kami optimistis seluruh target dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026," ujarnya di Lombok Timur, Selasa (7/7).
Menurut Sri Endah, salah satu hambatan terbesar adalah masih adanya warga yang menolak diwawancarai oleh petugas sensus.
Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang mengaku telah didata karena sebelumnya menerima kunjungan petugas dari instansi lain.
Ia menjelaskan, kesalahpahaman tersebut terjadi karena pada periode yang sama terdapat kegiatan pendataan dari lembaga lain, termasuk sensus pelanggan yang dilakukan oleh PLN.
"Akibatnya sebagian masyarakat mengira kedua kegiatan tersebut sama, padahal tujuan dan penyelenggaranya berbeda," katanya.
Baca Juga: Pegawai BPS Asal Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
Untuk mengurangi kebingungan di masyarakat, BPS memastikan seluruh petugas sensus dibekali atribut resmi sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari surat tugas, kartu tanda pengenal, hingga rompi resmi.
BPS juga mengimbau masyarakat agar terlebih dahulu memeriksa identitas petugas sebelum memberikan data, sekaligus tidak ragu menerima kedatangan petugas yang membawa atribut resmi.
Sri Endah menegaskan petugas hanya akan melakukan wawancara sesuai kuesioner yang telah ditetapkan. Setelah seluruh proses selesai, petugas akan memberikan tanda bahwa pendataan telah rampung.
Ia juga meluruskan anggapan masyarakat terkait penempelan stiker di rumah responden. Menurutnya, stiker hanya dipasang setelah proses wawancara selesai dan memperoleh persetujuan dari pemilik rumah.
"Kami memastikan stiker baru ditempel setelah wawancara selesai dilakukan dan telah mendapat izin dari pemilik rumah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penempelan stiker tersebut," ujarnya.
BPS Lombok Timur berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?