- Polres Lombok Tengah sedang menyelidiki insiden pembakaran tiga santri di sebuah pondok pesantren wilayah Batukliang pada November 2025.
- Penyelidikan kini memasuki tahap akhir dengan meminta pandangan ahli pidana guna menentukan adanya unsur kelalaian pihak pondok pesantren.
- Kejadian tersebut mengakibatkan dua santri mengalami luka bakar serius dan satu santri lainnya dilaporkan meninggal dunia.
SuaraBali.id - Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, meminta pandangan ahli pidana terkait insiden pembakaran tiga orang santri yang terjadi di pondok pesantren wilayah Batukliang dengan salah seorang di antaranya meninggal.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah Ajun Komisaris Polisi Punguan Hutahaean di Lombok Tengah, mengatakan permintaan pandangan ahli pidana ini sebagai langkah akhir penyelidikan untuk menentukan ada atau tidak peristiwa pidana dalam insiden tersebut.
"Jadi, tinggal tunggu pemeriksaan ahli pidana saja," katanya, Sabtu (20/6).
Atas kebutuhan akhir penyelidikan ini, Punguan memilih untuk tidak mengungkapkan ke publik perihal agenda pelaksanaan dan latar belakang dari ahli pidana.
Dalam rangkaian penyelidikan, kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah telah meminta keterangan saksi-saksi, mulai dari korban, pelapor dari salah satu orang tua korban, pengurus ponpes, hingga pejabat kantor wilayah kementerian agama (kemenag).
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi sebelumnya menerangkan bahwa penanganan kasus atas tindak lanjut laporan ini pihaknya mendalami ada atau tidak unsur kelalaian pihak pondok pesantren hingga mengakibatkan tiga santri menjadi korban pembakaran.
Kasus dugaan pembakaran dengan korban tiga santri terjadi pada November 2025. Kasus ini pun baru menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan korban anak mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar viral di media sosial pada Mei 2026.
Persoalan ini turut mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. Joko Jumadi selaku ketua lembaga tersebut mengaku prihatin usai melihat video korban anak yang diunggah pemilik akun bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya.
Dari hasil penelusuran LPA, ketiga korban saat itu masih duduk di bangku kelas satu madrasah tsanawiyah. Mereka dikabarkan disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh santri lain.
Baca Juga: Sikat Habis Harta Koruptor, Kejari Lombok Tengah Setor Rp3,1 Miliar ke Kas Negara
Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya dilaporkan meninggal dunia.
"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ucap Joko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga
-
Likuiditas Makin Solid Berkat Dana SAL, BRI Siap Perluas Kredit UMKM
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah