- DPRD Lombok Tengah mendukung wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis sesuai regulasi.
- Wakil Ketua DPRD Lalu Muhamad Akhyar menekankan pentingnya kajian teknis agar implementasi program menyesuaikan jumlah siswa tiap sekolah.
- Kepala Badan Gizi Nasional menyarankan pemanfaatan kantin untuk efisiensi dapur program di daerah terpencil dengan jumlah siswa sedikit.
SuaraBali.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan pada prinsipnya tetap mendukung kebijakan pemerintah pusat termasuk wacana pemanfaatan kantin sekolah menjadi mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Selama tata kelola program MBG ini sesuai regulasi, kami tetap mendukung hal itu, termasuk mitra MBG itu ditangani kantin sekolah," kata Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah Lalu Muhamad Akhyar di Lombok Tengah, Rabu (10/6).
Ia mengatakan kantin sekolah untuk program MBG tersebut harus disesuaikan dengan kondisi muridnya atau sesuai spesifikasi dalam regulasi yang ditentukan.
"Artinya sekolah yang jumlah siswanya sedikit, bisa menerapkan pola tersebut dan disesuaikan dengan alat produksi yang ada. Sedangkan sekolah yang memiliki siswa banyak, bisa tetap dilayani oleh SPPG," katanya.
Menurutnya, pemanfaatan kantin sekolah dalam mendukung program Presiden itu tidak sesederhana itu diterapkan, harus dilakukan kajian supaya sesuai dengan regulasi.
"Selama itu sesuai regulasi kami mendukung untuk peningkatan tata kelola program MBG terserah," katanya.
Ia mengatakan untuk peningkatan tata kelola program MBG ini Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan moratorium pembangunan dapur MBG baru.
Hal itu diharapkan dapat meningkatkan tata kelola dapur MBG yang telah beroperasi serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
"Artinya SPPG yang telah ada ini bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat atau kelompok penerima manfaat dari program MBG itu sendiri," katanya.
Baca Juga: Kasus Santri Dibakar Teman, Kejari Lombok Tengah Beri Bantuan
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan kantin sekolah dapat menjadi salah satu alternatif dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi pelaksanaan program.
"Pemanfaatan kantin sekolah dapat diterapkan terutama di wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit sehingga tidak memerlukan pembangunan dapur baru," katanya.
Menurut dia, pendekatan tersebut dapat diterapkan di daerah terpencil maupun wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dia mencontohkan terdapat sekolah di Lombok Barat yang hanya memiliki 119 murid sehingga pembangunan dapur baru dinilai kurang efektif.
"Misalnya di Lombok. Di Lombok itu, di Lombok Barat, saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119. Kan enggak mungkin juga didirikan dapur, tapi di situ ada kantin. Jadi bisa dong kantin itu digunakan, gitu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida