- Harga pelumas kendaraan di Lombok Barat mengalami kenaikan rata-rata Rp10.000 per botol sejak dua bulan terakhir.
- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi pemicu kenaikan harga rutin pada suku cadang.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap peredaran oli palsu dengan memeriksa kondisi kemasan secara teliti sebelum melakukan pembelian.
SuaraBali.id - Fluktuasi harga saat tidak hanya terjadi di kebutuhan pokok masyarakat. Melainkan juga harga peralatan kendaraan hingga pelumas kendaraan bermotor juga ikut berdampak.
Salah seorang pemilik bengkel motor di Kabupaten Lombok Barat, Bambang mengatakan harga oli saat ini bermacam-macam.
Bahkan kenaikan harga salah satu kebutuhan kendaraan bermotor ini mulai naik sekitar dua bulan terakhir. Bahkan kenaikannya mencapai Rp10.000 ribu per item.
"Macam-macam harganya. Oli Pertamina seperti Enduro, Mesran, Mpx, ini rata-rata juga sudah pada naik harganya," kata Bambang sembari memperbaiki kendaraan salah satu pelanggannya, Kamis (18/6/2026).
Ia membandingkan, sebelum ada kenaikan harga sebotol oli harganya Rp40 ribu dan ditambahkan dengan biaya penggantian sebesar Rp5 ribu.
Namun saat ini harga oli rata-rata Rp50 ribu per botol dan belum termasuk biaya.
"Sebelum naik 40 beli. Sekarang Rp50 ribu lebih lebih. Biaya ganti oli tambah Rp5 ribu," ungkapnya.
Diterangkan Bambang, kenaikan harga oli dan sejumlah spare part motor ini diperparah dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS.
Pasalnya, kenaikan harga oli dan kebutuhan kendaraan ini terjadi tidak hanya sekali. Melainkan secara rutin dan kadang-kadang setiap bulan ada perubahan harga.
Baca Juga: Ini 5 Lokasi Rawan Curanmor di Kota Denpasar
"Setiap bulan naik. Sekarang ini ada sebesar Rp4 ribu kenaikan per bulan. beda oli beda harga kenaikan," terangnya.
Pergantian oli kendaraan ini biasa dilakukan setelah 2.000 - 2.500 km jarak tempuh kendaraan. Namun ditekankannya, pergantian oli itu lebih pada pemakaian masing - masing.
"Biasa berapa kali tergantung pemakaian 2000 - 2500 km," tuturnya.
Menurutnya, kenaikan harga oli ini berpotensi maraknya pelumas palsu yang dijual. Sehingga pembeli harus lebih jeli saat membeli oli.
Namun untuk bisa membedakan apakah ini palsu atau tidak diakuinya cukup sulit.
"Sulit dibedakan oli asli dan yang palsu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah
-
Pengamat: Transformasi Danantara Berpotensi Perkuat Kontribusi Pajak BRI ke Negara
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Mataram: Begini Perjalanan Tersangka Usai Habisi Korban
-
WNA Amerika Jual Lahan di Kintamani Bali, Begini Respons Imigrasi