- Jaksa menuntut legislator Ahmad Zainuri dua tahun penjara atas kasus korupsi pengadaan sarung dan mukena di Mataram.
- Terdakwa Ahmad Zainuri wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,008 miliar yang telah diserahkan kepada jaksa.
- Selain Ahmad Zainuri, jaksa turut menuntut hukuman penjara bagi terdakwa Rusandi serta dua mantan pejabat Dinas Sosial Lombok.
SuaraBali.id - Jaksa dalam materi tuntutan meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjatuhkan hukuman dua tahun penjara.
Terhadap legislator nonaktif bernama Ahmad Zainuri yang berstatus terdakwa dalam perkara korupsi pengadaan sarung dan mukena.
"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana hukuman terhadap terdakwa Ahmad Zainuri dengan pidana penjara selama dua tahun," kata I. A. K. Yustika Dewi mewakili jaksa penuntut umum membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (11/6).
Selain pidana hukuman, jaksa turut meminta hakim menetapkan pidana denda senilai Rp100 juta subsider 60 hari kurungan pengganti.
Jaksa menuntut vonis demikian dengan menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan terdakwa lain yang dituntut dalam berkas berbeda.
Tuntutan tersebut sebagaimana dalam dakwaan subsider penuntut umum, yakni Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Tuntutan serupa juga diberikan kepada terdakwa Rusandi yang berperan sebagai pihak penyedia. Materi tuntutan yang berbeda perihal uang pengganti yang dibebankan jaksa.
Terhadap Ahmad Zainuri, jaksa meminta hakim membebankan yang bersangkutan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara senilai Rp1.008.000.000.
Namun, perihal adanya penitipan uang dari Ahmad Zainuri kepada jaksa sesuai nominal uang pengganti, jaksa meminta agar uang tersebut diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara.
Baca Juga: Polwan Rizka Sintiani Bunuh Suami Berbelit-belit di Persidangan, Jaksa: 14 Tahun Penjara!
"Menetapkan uang pengganti yang telah diserahkan terdakwa selama masa penuntutan dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti," ujar jaksa.
Sementara itu, terhadap terdakwa Rusandi, jaksa menuntut pembayaran uang pengganti dengan nilai berbeda, yakni senilai Rp557.597.771 subsider satu tahun kurungan pengganti.
Untuk Rp90 juta yang dititipkan Rusandi ke jaksa si tahap penuntutan, diminta untuk dirampas negara dan diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara yang dibebankan jaksa dalam tuntutan.
Dalam perkara ini, ada dua terdakwa lain yang sudah lebih dahulu dituntut oleh jaksa.
Mereka adalah Muhammad Zakaki dan Dewi Dahliana yang merupakan mantan pejabat Dinas Sosial Lombok Barat.
Sebagai penanggung jawab dalam penyaluran barang dengan anggaran dari dana pokok pikiran DPRD Lombok Barat tahun 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan