- Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan harga bahan baku produksi tahu bagi pelaku usaha di Kota Mataram.
- Masrah selaku produsen di Kelurahan Kekalik tetap beroperasi meski margin keuntungan menurun akibat melonjaknya biaya operasional harian.
- Kondisi ekonomi global dan ancaman banjir di lokasi produksi menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha tahu tersebut.
“Kalau biasanya ngambil itu kita dikasih harga Rp35 ribu dan kita jual Rp45 ribu. Misalnya kalau bawa 10 cetak kitab isa jual Rp100 ribu. Ini belum harga plastic dan ongkos,” ungkapnya.
Keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan proses pembuatan tahu. Proses pembuatan mulai dilakukan pada pukul 06.00 wita hingga pukul 20.00 wita.
“Prosesnya lama ini,” terangnya.
Tidak hanya dihadapkan nilai tukar rupiah yang melemah, kenaikan harga ini diakuinya sejak terjadinya perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
“Sejak perang itu pada naik harga bahan-bahan ini,” ujarnya.
Kekhawatiran lain para pelaku usaha tahu di Kekalik Kota Mataram ini yaitu hujan. Pasalnya, lokasi produksi tahu ini rawan banjir.
“Kalau banjir semuanya hanyut. Rumah terendam,” katanya.
Kontributor : Buniamin
Baca Juga: Atap Sekolah SMAN 7 Mataram Roboh, Empat Siswa Terluka
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida