Makanan caon haji yang diperiksa oleh petugas dan sambel yang disita [Suarabali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
- Petugas Asrama Haji Embarkasi Lombok memperketat pemeriksaan barang bawaan 392 jamaah calon haji kloter II pada Rabu (22/4/2026).
- Petugas menyita makanan basah, nasi kotak, dan sambal terasi guna mencegah risiko kesehatan seperti diare akibat makanan basi.
- Jamaah diimbau tidak membawa makanan sendiri karena petugas telah menyediakan konsumsi standar kesehatan selama berada di asrama haji.
Ia mengimbau kepada jamaah kloter selanjutnya untuk tidak membawa makanan ke asrama haji. Pasalnya, petugas memastikan jamaah akan mendapatkan makanan yang dibutuhkan sebelum diberangkatkan.
“Sudah pasti akan mendapatkan makanan yang lebih di asrama haji,” katanya.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar