Muhammad Yunus
Senin, 13 April 2026 | 15:49 WIB
Ilustrasi: Kondisi TPA Tamangapa Antang, Kota Makassar, Sabtu 4 April 2026. Pemerintah akan menghentikan pembuangan sampah dengan metode open dumping dan akan digantikan dengan waste-to-energy [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara)
Baca 10 detik
  • Tumpukan sampah kini menjadi masalah utama yang mencemari lingkungan di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
  • Warga kecewa karena truk sampah kompos terus berdatangan ke desa wisata yang dekat dengan tempat suci dan sumber air.
  • Aktivitas pembuangan sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga yang berolahraga di area publik setempat.

SuaraBali.id - Masalah sampah di Pulau Bali belakangan ini menyita perhatian publik. Bahkan, masalah macet disejumlah titik di Bali seakan tersapu begitu saja.

Kini topik utamanya yang selalu muncul dan fyp di sosial media adalah soal penanganan sampah di Bali.

Seperti diketahui, sampah sudah menjadi objek yang tidak mungkin terlewatkan, dan hidup bersama kita setiap hari.

Bagaimana tidak, sebagai makhluk hidup, setiap harinya manusia akan menghasilkan sampah dari aktivitas sehari – harinya.

Seperti contohnya sampah rumah tangga, sampah plastik bekas makanan dan minuman, hingga sampah elektronik yang sudah tidak terpakai.

Semuanya bercampur menjadi satu, dan akan menumpuk jika tidak ditangani dengan baik. Seperti halnya di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Desa tersebut yang dulunya dibanggakan warga sekitar karena menjadi Desa Wisata, kini berbalik 180 derajat.

Warga sekitar mulai mengeluhkan keadaan desa yang tadinya indah, kini menjadi desa kumuh karena penuh dengan sampah.

Salah satu akun sosial media Instagram @fvcknroll buka suara terkait fenomena tumpukan sampah di Desa Penarungan.

Baca Juga: Warga Bali Keluhkan Asap Bakar Sampah Ganggu Istirahat, Ini Bahayanya untuk Kesehatan

Pria pemilik akun tersebut mengaku kecewa dengan aktivitas para truk belakangan ini yang kerap masuk ke desanya membawa sampah kompos.

“Logikanya dimana?,” sebutnya.

“Desa Penarungan adalah desa wisata (sekarang sedang berkembang),” tambahnya.

Bukan hanya menjadi desa wisata, pria ini juga menyayangkan bahwa desa yang berdekatan dengan tempat suci seperti Pura Dalem, justru diperlakukan dengan tidak baik.

“Lokasi (Desa Penarungan) ini berdekatan dengan Pura Dalem, Pura Taman Beji dan sumber mata air,” urainya.

Menurutnya, sampah kompos yang dibiarkan menumpuk didesa tersebut baunya tentu akan mengganggu sekitar. Terlebih kawasan tersebut juga kerap digunakan untuk jogging dan olahraga masyarakat sekitar.

Load More