- Indosat Ooredoo Hutchison meminta maaf dan menarik iklan IM3 yang dianggap provokatif terkait aktivitas zakat di bulan Ramadhan.
- Iklan tersebut bertujuan mengedukasi pelanggan mengenai maraknya penipuan digital yang meningkat sebesar 34,7 persen selama bulan Ramadhan 2025.
- Indosat berkomitmen berkolaborasi dengan lembaga zakat resmi untuk menjaga kepercayaan publik serta memperkuat perlindungan masyarakat dari penipuan digital.
SuaraBali.id - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyampaikan permohonan maaf atas kampanye terkait zakat dari merek IM3 yang menuai keresahan publik.
Dalam pernyataan resmi yang diterima ANTARA, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Ovidia Nomia mengatakan bahwa iklan tersebut adalah kampanye fitur Anti Spam dan Anti Scam untuk melindungi pelanggan dari potensi penipuan digital.
"Kami sampaikan bahwa tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok/organisasi manapun. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya temuan potensi penipuan yang mengatasnamakan aktivitas zakat di bulan Ramadhan,” kata Ovidia, Sabtu (4/4).
Berdasarkan data operator seluler tersebut pada 2025, kasus penipuan digital selama Ramadhan meningkat hingga 34,7 persen dengan 89 persen terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon.
Indosat juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kampanye IM3 tersebut dan menarik iklan yang menuai protes.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh materi komunikasi terkait kampanye ini telah ditarik dan dihentikan dari semua kanal," kata Ovidia.
Materi iklan luar ruang IM3 Indosat yang ditemukan pada moda transportasi publik yang menampilkan pesan: "Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer” dinilai bermasalah oleh Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) karena cenderung provokatif.
Menurut organisasi itu, kampanye itu dapat mencederai kepercayaan publik terhadap gerakan nasional untuk zakat yang tengah dibangun oleh berbagai lembaga zakat.
"Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang dilakukan oleh amil resmi, yang selama ini bekerja sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," kata Ketua Umum POROZ Bukhori Muslim.
Baca Juga: Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6
Indosat juga menyatakan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan lembaga pengelola zakat resmi dalam memperkuat perlindungan serta edukasi masyarakat dari potensi penipuan serta menjaga kepercayaan publik terhadap penyaluran zakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri