- Seorang pendaki mendapati tumpukan sampah plastik di Pos 5 Jalur Edelweiss, Gunung Agung, Bali, yang sangat mencemari area suci.
- Kurangnya pengawasan ketat oleh pihak pengelola basecamp memicu rendahnya kedisiplinan pendaki dalam membawa turun sampah pribadi mereka.
- Pendaki tersebut mengusulkan penerapan sistem pengecekan sampah yang ketat seperti di Gunung Rinjani untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan.
SuaraBali.id - Pemandangan di area Gunung tertinggi di Pulau Bali, Gunung Agung belakangan ini mencuri perhatian.
Seorang pendaki pria mengambil gambar keadaan Gunung Agung yang penuh dengan sampah – sampah plastik.
Dalam akun instagramnya @adenan1945, pria ini membagikan sebuah video saat dirinya berada di jalur pendakian Gunung Agung.
Saat berada di Pos 5 Jalur Edeluwes, pria ini mengaku kecewa berat, karena justru dikejutkan dengan banyaknya sampah berserakan.
“Melihat sampah berserakan dan menumpuk di Pos 5 Jalur Edeluwes sakit hati saya,” tulisnya.
Sampah – sampah yang terlihat mulai dari bungkus makanan hingga botol air mineral yang diduka milik para oknum pendaki yang sengaja ditinggalkan diatas.
Kesadaran para pendaki akan membawa kembali sampah ke bawah membuat pria ini merasa kesal dan kecewa. Terlebih ia menyayangkan posisi Gunung Agung berada di atas Pura Besakih, dimana menjadi tempat yang disucikan.
“Kenapa oknum pendaki membuang sampah sembarangan, apalagi Gunung Agung tengget di bawah ada Pura Besakih,” ungkapnya.
“Banyak manusia – manusia yang tidak bertanggung jawab, mau seenaknya sendiri buang sampah di gunung,” tambahnya.
Baca Juga: Pantai Sanur Penuh Sampah, Ini Tindakan Pemkot Denpasar
Pria yang mengaku 3 sampai 4 kali rutin naik Gunung Agung setiap tahunnya ini sontak membandingkan dengan aturan di Gunung lainnya.
“Saya kecewa dengan pihak pengelola, di basecamp pendaftaran tidak ketat aturan, seperti kita naik Gunung Rinjani, dan Gunung di Jawa,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, aturan di Gunung – Gunung di Jawa lebih ketat, sehingga kedisiplinan para pendaki juga terjaga dengan baik.
“Kenapa pihak pengelola tidak belajar seperti di Rinjani. Kita naik Rinjani dan Gunung di Jawa kalau kita turun sampah kita di hitung sesuai dengan list kita nulis di Basecamp,” ujarnya.
“Pengecekan beda atau tidak cocok kena denda,” tambahnya.
Postingan @adenan1945 tersebut sontak mengundang beragam komentar dari warganet, bahkan ada yang menyebutnya bahwa Lokasi itu langganan viral.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
Terkini
-
Bukan Cuma Buku dan Seragam, Lakukan 5 Hal Ini Agar Mental Anak Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru
-
Tips Sukses Hadapi Pembelajaran Jarak Jauh, Agar Tak Gagap Digital!
-
Tips Anti Malas Masuk Sekolah Setelah Libur Panjang, Dijamin Bikin Kamu Kembali Produktif
-
Bingung Pilih SMP untuk Anak? Ini 5 Rekomendasi SMP Terbaik di Kota Denpasar
-
Miris! Gunung Agung Penuh Sampah, Pendaki Protes Keras: Ini Tempat Suci, Bukan Tempat..