- Jurnalis Kompas.com Bali, VSG, menjadi korban berita bohong akun @kuatbacacom mengenai liputan kekerasan seksual pada 27 Maret 2026.
- Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK), mengunggah ulang berita palsu tersebut yang menyebabkan VSG menerima perundungan daring.
- AWK meminta maaf atas kesalahannya pada audiensi 30 Maret 2026 dan berjanji memperbarui Standar Operasional Prosedur (SOP) akunnya.
SuaraBali.id - Jurnalis Kompas.com di Bali, VSG menjadi korban pemberitaan bohong yang mencemari namanya oleh akun Instagram @kuatbacacom.
Pemberitaan bohong tersebut kemudian diunggah ulang kembali oleh anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK) di media sosial Instagram dan Facebook pribadinya.
Berita palsu tersebut berawal ketika VSG meliput konferensi pers Polda Bali terkait kekerasan seksual pada Jumat (27/3/2026). Berita itu kemudian tayang pada hari yang sama.
Berita terkait kekerasan seksual tersebut kemudian diunggah oleh akun Instagram @kuatbacacom.
Namun, akun tersebut menambahkan foto wajah VSG yang diberikan sensor pada bagian mata seakan-akan VSG terlibat dalam kasus tersebut.
Padahal, foto tersebut merupakan foto profilnya di laman portal beritanya.
Unggahan itu lantas diunggah kembali oleh Arya Wedakarna lengkap dengan memperlihatkan wajah VSG. Dampaknya, VSG mendapat komentar bernada rasisme dan perundungan di kolom komentar.
Komentar dari warganet itu juga berdampak langsung terhadap kondisi mental dan aktivitas VSG.
“Setelah melihat dan membaca konten serta komentar warganet, mental saya langsung down dan tidak bisa lagi bekerja. Ini fitnah keji terhadap saya,” ungkap VSG.
Baca Juga: 'Mingkem' Kata Purbaya untuk Pers! Jurnalis Balik Sindir: Siapkah Prabowo Terima Kritik Tajam?
AWK kemudian buka suara dalam audiensi yang dilakukan dengan organisasi Pena Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kantor DPD RI Bali, Senin (30/3/2026). AWK menyampaikan permintaan maafnya atas kesalahannya tersebut.
“Untuk itu saya atas nama tim admin DPD mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang-kurang yang membuat situasi tidak nyaman,” kata AWK pada audiensi tersebut.
AWK juga mengaku sudah menghapus unggahannya setelah mendapat komplain. Dia berjanji akan melakukan konfirmasi kembali sebelum mengunggah informasi kepada masyarakat melalui akun media sosialnya.
“Pada saat itu juga saya memanggil admin dan langsung memerintahkan untuk take down. Saya meminta maaf atas nama staf," ungkapnya.
“Kami sudah sepakat dengan Pena NTT bahwa ada SOP yang perlu diubah, ke depan jika ada berita terkait kita akan konfirmasi kembali dan klarifikasi kembali,” tambahnya.
Upaya itu juga didukung oleh Pena NTT yang mendorong AWK agar menyampaikan informasi yang benar. Mengingat AWK juga memiliki pengikut yang tidak sedikit di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun
-
Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual
-
Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat