Eko Faizin
Rabu, 25 Maret 2026 | 21:09 WIB
Ilustrasi Kawasan Penelokan, Kintamani, Bali [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]
Baca 10 detik
  • Sebuah video menampilkan pungutan masuk kawasan wisata Kintamani viral di media sosial.
  • Dalam video yang beredar, nampak obrolan pegawai dengan wisatawan atau pengunjung.
  • Gara-gara itu, warganet menyinggung soal Kintamani dengan plesetan menjadi Cintamoney.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @denpasar.viral, warganet menyerbu kolom komentar, bahkan kata Kintamani diplesetkan menjadi Cintamoney.

"Cintamoney," tulis akun @dhiyoprdhn.

"Wisata liat keajaiban dunia memang mahal bro...! Cuma ada di 2 tempat di bali lho. 1 suwung denpasar 2 kintamani. Keajaiban istana lalat," sahut @sarjana_gagal_01.

"Kok pada melegalkan penagihan di jalan umum (bukan objek wisata spesifik) dengan dalih sudah berjalan lama dan perbup yang abu-abu," ujar @putudedeputra.

"Pak Bupati Bangli.....mohon perytaan resmi terkait hal ini....jgn buta bongoll," tulis @yande_suartika.

"gak kok, setau saya retribusi nya di dpn batur geopark itu, dan hanya per mobil, tidak per orang," sahut @reginaldorommel.

Kontributor : Kanita

Load More