- PPSLU Mandalika NTB menerima kunjungan pemberian sembako menjelang Idul Fitri dan menampilkan hiburan dari para lansia.
- Beberapa lansia tampak sedih karena tidak dapat berkumpul bersama keluarga saat Idul Fitri; salah satunya kehilangan rumah.
- Panti menaungi 67 lansia, sembilan di antaranya diizinkan pulang sementara setelah diverifikasi kesiapan keluarga penerima.
"Alhamdulillah tempat sendiri, kamar sendiri, makanan sendiri, dan pakaian sendiri akhirnya bahagia," katanya.
Bahkan Hj. Rahmatullah juga sudah menyerahkan seluruhnya kepada pihak panti. Dimana, jika dirinya meninggal nanti ia meminta agar jasadnya di mandikan dan dikafani di panti. Kemudian nanti diserahkan ke masjid tempat tinggalnya.
"Saya mau dimakamkan disitu. Tapi terserah kalau kita sudah meninggal mau dibawa kemana," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial Biaq Wiwik Astuti mengatakan jumlah lansia di PPSLU Mandalika sebanyak 67 orang. Dari jumlah ini terdiri dari 40 orang perempuan dan 27 orang laki-laki.
Selain itu sebanyak 27 lansia berada di pelayanan khusus (PK). Pada momentum lebaran tahun ini baru sembilan lansia yang pulang ke kampung halaman bertemu keluarga.
“Untuk pemulangan kita mulai dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Mataram. Kita ada penjadwalan. Kemarin itu sekali jalan untuk Lombok Tengah dan Lombok Timur. Hari ini Kota Mataram dan Lombok Barat,” katanya.
Wiwik mengatakan, pemulangan ini berdasarkan permintaan penghuni panti dan masih ada keluarga dekat. Hanya saja, sebelum dipulangkan, pihak panti memastikan keluarga masih menerima dan merawat selama berada di kampung halaman.
“Ada keluarga dekat yang siap untuk menerima beliau pada saat pulang. Kami data dulu siapa yang akan pulang dan kami konfirmasi ke keluarganya apakah keluarga siap saat pulang,” katanya.
Diterangkan Wiwik, dari pendataan yang dilakukan ada saja keluarga yang belum siap menerima papuq ketika dibawa pulang. Pasalnya, rata-rata penghuni di PPSLU Mandalika sudah tidak memiliki keluarga dekat.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
“Makanya begitu kami dapat data kami konfirmasi dulu keluarganya dan jika memang mau menerima baru kita bawa. Kalau tidak kita akan lebaran disini,” ungkapnya.
Setelah dipulangkan, penghuni panti yang dipulangkan akan dijemput kembali setelah 10 hari di rumah keluarga. Namun jika ada keluarga yang mau merawat maka diperbolehkan.
“Kalau siap mau merawat ya boleh. Selama keluarganya siap dan mampu untuk merawatnya,” pungkasnya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor