- PPSLU Mandalika NTB menerima kunjungan pemberian sembako menjelang Idul Fitri dan menampilkan hiburan dari para lansia.
- Beberapa lansia tampak sedih karena tidak dapat berkumpul bersama keluarga saat Idul Fitri; salah satunya kehilangan rumah.
- Panti menaungi 67 lansia, sembilan di antaranya diizinkan pulang sementara setelah diverifikasi kesiapan keluarga penerima.
SuaraBali.id - Suasana pagi di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mandalika masih cukup ramai. Kehadiran beberapa pengunjung memberikan bingkisan membuat suasana menjadi lebih semarak dan tanda-tanda Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba.
Tampak para lansia yang ada panti jompo milik pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang kumpul di dalam aula dengan ukuran sedang.
Mereka menunggu kedatangan istri Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Nining Emirald Isfihan dan juga anggota DPD RI Evi Apita Maya yang akan memberikan bantuan sembako.
Tidak sedikit dari mereka sudah tidak bisa berjalan dengan normal bahkan beberapa darinya ada yang tidak bisa melihat.
Namun suasana tampak pecah ketika salah satu di antara para lansia maju kedepan bernyanyi lagu bergenre pop miliknya Dian Piesesha yang berjudul tak ingin sendiri.
Lansia yang lain juga tidak ingin kalah dan unjuk kemampuannya dalam bernyanyi. Kali ini membawakan tembang dari miliknya Rhoma Irama yang berjudul Berkelana.
Mereka sangat menikmati suasana pagi itu. Selain merasa terhibur, para lansia juga mendapatkan makanan tambahan untuk bekalnya beberapa hari kedepan.
Di tengah hiruk-pikuk pagi itu, tidak sedikit dari mereka yang keluar dengan raut wajah sedih. Pasalnya, di momentum Hari Raya IdulFitri 1447 hijriah ini tidak bisa berkumpul bersama keluarganya.
Bukan karena mereka tidak mau tapi tidak ada sanak saudara yang bisa dikunjungi. Bahkan tempat tinggalnya selama ini yang memiliki banyak cerita sudah tidak ada.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
Misalnya Ibu Rahmatullah seorang lansia yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Dia sudah setahun lebih berada di panti Jompo tersebut. Dengan pengetahuan seadanya yang dimiliki, ia nekad datang mengantar dirinya sendiri ke panti tersebut.
"Kemarin tidak pulang. Rumah saya hancur kena hujan, angin. Mau ditempati tidak bisa, Mau diperbaiki tidak bisa, akhirnya saya serahkan ke masjid biar saya tidak pulang," katanya Selasa (17/3/2026).
Keputusannya menyerahkan aset rumah kepada masjid bukan tanpa alasan. Pasalnya sejak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, dia mengaku sudah tidak punya siapa-siapa sehingga harus tinggal di Panti Jompo.
"Saya sebatang kara. Ibu saya cerai saat hamil jadi saya tidak punya adik tidak punya kakak. Dan tidak punya anak. Saya juga tidak tahu keluarga suami dari mana," ungkapnya.
Kalau keluarga yang lain ia mengaku ada yang mau merawatnya. Tapi memilih tinggal di panti jompo menurutnya adalah keputusan terbaik.
Meski berlebaran tidak dengan keluarga dia tetap mensyukuri. Karena tempat tinggal dan makanan sehari-hari tidak pernah berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor