- Kepala Dinkes Mataram menyarankan aktivitas fisik saat puasa disesuaikan kapasitas tubuh, fokus pada jogging 30 menit/hari.
- Waktu terbaik berolahraga adalah setelah Subuh atau menjelang waktu berbuka puasa untuk pemulihan energi segera.
- Kota Mataram menawarkan lokasi favorit untuk jogging seperti RTH Pagutan yang teduh dan RTH Udayana yang mudah diakses.
SuaraBali.id - Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan bukanlah alasan untuk menghentikan aktivitas fisik.
Meski asupan makanan dan minuman dibatasi selama belasan jam, menjaga kebugaran tubuh tetap menjadi prioritas agar kondisi fisik tidak merosot.
Salah satu olahraga yang ramai rutin dilakukan saat bulan puasa ramadan yaitu jogging.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menekankan bahwa kunci utama berolahraga saat puasa adalah memahami kapasitas tubuh dan memilih jenis aktivitas yang tepat.
“Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jangan pernah memaksakan,” katanya Jum’at (27/2/2026).
Menurutnya, bulan Ramadan sebenarnya tidak mengurangi kebutuhan kita akan aktivitas fisik, namun intensitasnya yang perlu disesuaikan.
Bagi masyarakat yang ingin tetap aktif, dr. Emirald menyarankan untuk fokus pada olahraga ringan. Salah satu aktivitas yang paling mudah dan efektif dilakukan adalah jogging.
"Jogging sudah cukup, yang penting durasinya tercukupi sekitar 30 menit sehari atau total 150 menit per minggu. Saya kira itu sudah cukup," jelasnya.
Selain olahraga, kualitas istirahat juga harus diperhatikan agar tubuh tidak mengalami penurunan kondisi atau drop akibat kelelahan yang berlebihan.
Baca Juga: Takjil Unik Khas Bali: Bubur Injin Kudapan Lezat Cocok untuk Buka Puasa
“Jangan lupa istirahat yang cukup. Jangan sampai olahraganya kencang dan istirahat kurang jadi bisa drop,” katanya.
Terkait waktu, ada dua pilihan utama yang bisa diterapkan oleh masyarakat sesuai dengan kenyamanan masing-masing.
Misalnya setelah shalat subuh. Waktu ini dipilih karena suhu udara masih sejuk dan energi tubuh masih relatif stabil setelah makan sahur.
Selain itu, yang banyak juga dilakukan masyarakat saat ini adalah jogging sambil menunggu jelang berbuka puasa.
Ini adalah waktu yang paling populer bagi warga Kota Mataram karena setelah berolahraga, tubuh bisa segera mendapatkan hidrasi dan asupan nutrisi kembali.
“Dari sisi waktu tidak ada permasalahan. Bisa shalat subuh dan juga bisa menjelang berbuka puasa. Saya kira sudah cukup di dua waktu itu,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi