- Hujan dan angin kencang melanda Bali sejak Minggu (22/2/2026), menyebabkan banjir di beberapa titik pada Selasa (24/2/2026) pagi.
- Banjir setinggi selutut terjadi di area padat wisatawan seperti Sanur, memaksa turis menerjang genangan atau dievakuasi.
- Sebanyak 25 turis dievakuasi di Sanur, namun mereka umumnya bersikap maklum karena memahami situasi ini disebabkan faktor cuaca.
SuaraBali.id - Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang melanda Bali sejak Minggu (22/2/2026) lalu. Setelah 2 hari penuh hujan, banjir baru melanda sejumlah titik di Bali pada Selasa (24/2/2026) pagi.
Daerah padat wisatawan seperti Sanur juga tak luput menjadi titik banjir. Di beberapa ruas jalan seperti Jalan Bumi Ayu dan Jalan Kesari, ketinggian banjir mencapai selutut orang dewasa.
Di tengah gerimis yang terus berjatuhan, sejumlah turis nampak menerjang banjir dengan berjalan kaki atau menumpang perahu evakuasi.
Kebanyakan dari mereka hendak bergegas mengejar waktu penerbangan ke bandara, namun tidak sedikit yang hendak melanjutkan liburannya.
Ditemui saat berjalan melalui genangan, Marijke (60) mengakui kali ini merupakan pengalaman pertamanya merasakan kebanjiran.
Namun, ketimbang berdiam diri di hotel, dia memilih untuk tetap beraktivitas meski harus menerjang banjir.
“Kami tidak pernah melihat banjir seperti ini di sini atau di Belanda,” kata Marijke.
Bahkan, Marijke mengaku akan mengabadikan pengalamannya selama terhambat banjir di Bali.
“Ini pengalaman, jadi saya tidak bisa melakukan apa-apa tentang ini. Saya harus membuat foto dan video (untuk mengenang),” tuturnya sambil tertawa.
Baca Juga: Ini Alasan Anak Rantau Wajib Ikut Megibung Akbar Ramadan di Bali : Makan Pakai Daun Pisang
“Jadi saat saya kembali ke Belanda saya akan melihat momen ini lagi,” tambah Marijke.
Dia berlibur bersama ketiga anaknya meski mereka tinggal di penginapan yang berbeda.
Mereka berlibur selama 5 pekan di Bali dan baru akan kembali 2 pekan mendatang.
Karena masih cukup lama untuk kembali, Marijke hanya berharap bisa melihat matahari lagi dalam liburan ini.
Sementara itu, sebanyak 25 turis dievakuasi di area Sanur akibat peristiwa ini.
Termasuk juga ada 3 ekor anjing milik wisatawan yang dievakuasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
-
Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan
-
Berkedok Terapi Sakit Gigi, Pimpinan Ponpes Bergelar Tuan Guru di Sekotong Cabuli Santri