Muhammad Yunus
Selasa, 24 Februari 2026 | 12:18 WIB
Evakuasi wisatawan akibat banjir di Sanur, Denpasar, Selasa (24/2/2026) [SuaraBali.id/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Hujan dan angin kencang melanda Bali sejak Minggu (22/2/2026), menyebabkan banjir di beberapa titik pada Selasa (24/2/2026) pagi.
  • Banjir setinggi selutut terjadi di area padat wisatawan seperti Sanur, memaksa turis menerjang genangan atau dievakuasi.
  • Sebanyak 25 turis dievakuasi di Sanur, namun mereka umumnya bersikap maklum karena memahami situasi ini disebabkan faktor cuaca.

SuaraBali.id - Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang melanda Bali sejak Minggu (22/2/2026) lalu. Setelah 2 hari penuh hujan, banjir baru melanda sejumlah titik di Bali pada Selasa (24/2/2026) pagi.

Daerah padat wisatawan seperti Sanur juga tak luput menjadi titik banjir. Di beberapa ruas jalan seperti Jalan Bumi Ayu dan Jalan Kesari, ketinggian banjir mencapai selutut orang dewasa.

Di tengah gerimis yang terus berjatuhan, sejumlah turis nampak menerjang banjir dengan berjalan kaki atau menumpang perahu evakuasi.

Kebanyakan dari mereka hendak bergegas mengejar waktu penerbangan ke bandara, namun tidak sedikit yang hendak melanjutkan liburannya.

Ditemui saat berjalan melalui genangan, Marijke (60) mengakui kali ini merupakan pengalaman pertamanya merasakan kebanjiran.

Namun, ketimbang berdiam diri di hotel, dia memilih untuk tetap beraktivitas meski harus menerjang banjir.

“Kami tidak pernah melihat banjir seperti ini di sini atau di Belanda,” kata Marijke.

Bahkan, Marijke mengaku akan mengabadikan pengalamannya selama terhambat banjir di Bali.

“Ini pengalaman, jadi saya tidak bisa melakukan apa-apa tentang ini. Saya harus membuat foto dan video (untuk mengenang),” tuturnya sambil tertawa.

Baca Juga: Ini Alasan Anak Rantau Wajib Ikut Megibung Akbar Ramadan di Bali : Makan Pakai Daun Pisang

“Jadi saat saya kembali ke Belanda saya akan melihat momen ini lagi,” tambah Marijke.

Dia berlibur bersama ketiga anaknya meski mereka tinggal di penginapan yang berbeda.

Mereka berlibur selama 5 pekan di Bali dan baru akan kembali 2 pekan mendatang.

Karena masih cukup lama untuk kembali, Marijke hanya berharap bisa melihat matahari lagi dalam liburan ini.

Sementara itu, sebanyak 25 turis dievakuasi di area Sanur akibat peristiwa ini.

Termasuk juga ada 3 ekor anjing milik wisatawan yang dievakuasi.

Selain ada yang meminta untuk dievakuasi, sebagian juga ada yang meminta untuk pindah hotel agar tidak terjebak banjir.

Namun, tidak ada keluhan dari wisataawan karena memahami situasi ini karena faktor cuaca.

“Jadi sebagian tadi responsnya tamu sudah maklum karena cuaca,” ungkap Koordinator SAR Samapta Polda Bali, Aiptu Gede Sutrawan.

Proses evakuasi dan penyedotan air berjalan lancar meski dalam kondisi hujan.

Sekitar pukul 11.30 WITA satu per satu kendaraan mulai meninggalkan lokasi karena banjir yang perlahan turun usai disedot.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Load More