- Telkom sedang mempercepat transformasi bisnis fokus pada infrastruktur data center dan adopsi teknologi baru sebagai BUMN unggulan.
- Pengembangan data center strategis mencakup kapasitas 75 MW di Cikarang dan Singapura, memerlukan kemitraan global.
- Jaringan 4G dianggap cukup mendukung aplikasi AI umum; fokus utama saat ini adalah perluasan akses digital masyarakat.
SuaraBali.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi bisnis guna mempertahankan posisinya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unggulan.
Fokus utama strategis saat ini adalah pengembangan infrastruktur data center dan adopsi teknologi baru untuk menghadapi disrupsi digital yang masif dalam lima tahun terakhir.
Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng, menegaskan bahwa kemampuan adaptasi menjadi kunci keberhasilan Telkom dibandingkan BUMN lainnya.
Hal ini terbukti dari pertumbuhan pendapatan Telkom yang konsisten di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dulu kan postel gabungan dengan pos kemudian dipisah. Dalam 3-4 dekade PT Telkom bisa berkembang di luar Himbara,” ujar Rizal dalam Media Gathering dan Pelatihan Jurnalistik Mendalam di Denpasar, Kamis (6/2/2026).
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Telkom kini gencar memperbesar kapasitas data center, termasuk fasilitas 75 MW di Cikarang dan Singapura.
Rizal mengakui, sektor data center dan cloud memerlukan keahlian berbeda dari bisnis inti kabel Telkom, sehingga kemitraan dengan pemain global menjadi keharusan.
Selain infrastruktur fisik, Telkom juga adaptif terhadap teknologi satelit gaya baru, salah satunya melalui kerja sama dengan Starlink untuk memonitor perkembangan teknologi pemancar radio langsung ke ponsel (direct-to-cell).
Melalui optimalisasi bisnis menara oleh Mitratel, pengembangan data center, dan penyediaan solusi digital bagi korporasi serta pemerintahan, Telkom menargetkan pertumbuhan skala usaha yang lebih besar di Asia.
“Intinya enterprise bisnis solusi digital untuk membantu korporasi dan pemerintahan mudah-mudahan menjadi bisnis yang bagus,” tutup Rizal.
Infrastruktur Digital 4G Untuk AI Sudah Cukup
Baca Juga: Rilis Bulan Depan, Ini Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra
Rizal Mallarangeng, menegaskan bahwa jaringan internet 4G sebenarnya sudah memadai untuk mengoperasikan berbagai aplikasi Artificial Intelligence (AI) secara umum.
Menurutnya, teknologi 5G lebih relevan untuk kebutuhan spesifik seperti robotik, bukan untuk penggunaan AI sehari-hari.
Rizal menilai penetrasi digital harus diselesaikan terlebih dahulu agar AI dapat dimanfaatkan maksimal, mulai dari sektor pendidikan hingga industri.
Ia menekankan pentingnya perluasan akses digital oleh pemerintah dan Telkom agar aplikasi AI dapat digunakan.
"Memperluas akses digital itu penting. Karena kalau enggak ada aksesnya kan enggak bisa pakai AI-nya gitu. Bagaimana mau belajar, mau buka aplikasinya enggak bisa," ujar Rizal.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa konektivitas 4G sudah mampu mendukung berbagai aplikasi AI yang produktif, seperti pembuatan video, konten, hingga musik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Review Spesifikasi Dan Keunggulan TV LG 50 Inch Garansi Resmi
-
Mendaki Rinjani Makin Nyaman: Kini Tersedia Rest Shelter Canggih dengan Panel Surya
-
Tren Femisida Seksual Meningkat di 2025: Korban Didominasi Perempuan Muda hingga Anak
-
ITDC Perkuat Sistem Keselamatan di Sirkuit Mandalika
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Varian Mana Paling Worth It?