- Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka membahas ragam surat, termasuk tata cara penulisan surat elektronik.
- Contoh surel dalam buku melibatkan Lani di Sydney yang menulis kepada teman dan keluarganya, menunjukkan perbedaan gaya bahasa.
- Penulisan salam dan sapaan surat harus disesuaikan penerima, seperti formal untuk orang tua atau instansi dan informal untuk teman.
SuaraBali.id - Dalam mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas VI Kurikulum Merdeka Bab 1 bertemakan “Bangga Menjadi Anak Indonesia”.
Melansir dari buku Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas VI (2022) karya Ade Kumalasari dan Latifah, dalam pembelajaran Bab tersebut siswa mengenali ragam surat resmi, surat pribadi, serta tata cara menulis surat elektronik.
Di halaman 23 dan 24 terdapat 2 contoh surat elektronik (Surel). Di halaman 26, siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan surel tersebut. Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas VI Halaman 26.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VI Halaman 26
Dalam bab ini, terdapat 2 contoh surat elektronik (Surel). Surel yang pertama yakni dari Lani, Teman lama Hana yang tinggal di Sydney, Australia.
Sementara surel kedua yakni Surat Lani kepada nenek dan kakeknya. Penggunaan Bahasa dalam contoh surat tersebut jelas berbeda.
Pasalnya, dalam pembuatan surat, Salam pembuka dan salam penutup harus disesuaikan dengan orang yang hendak dituju.
Dengan teman sebaya, bisa menuliskan sapaan informal seperti ‘hai’ atau ‘halo’. Namun dengan orang yang lebih tua atau surel yang dikirimkan ke instansi, sebaiknya menggunakan sapaan yang lebih formal, misalnya ‘Dengan hormat’, ‘Assalamualaikum’, dan ‘Salam Sejahtera’. Begitu juga dengan penggunaan salam penutup.
Sekarang, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
Baca Juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas IX Uji Kompetensi Halaman 175
1. Tinggal di manakah Lani?
Jawaban: Lani tinggal di Sydney.
2. Bagaimana Lani mengenal Hana? Tulislah kalimat dalam surat Lani yang mendukung jawabanmu!
Jawaban:
Sebelum pulang ke Indonesia, Hana tinggal sekota dengan Lani di Sydney.
“Ini bukan tempat salat Id yang sama seperti ketika kamu masih ada di sini,”
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan ke Pantai Dulu! BMKG Peringatkan Potensi Air Laut Pasang di Bali
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali