- Buku IPS Kelas VIII membahas adaptasi manusia terhadap dampak perubahan iklim, termasuk waspada cuaca ekstrem.
- Penyebab cuaca ekstrem di Indonesia meliputi aktivitas angin musim Asia dan tekanan rendah memicu pertumbuhan awan hujan.
- Mengurangi dampak ekstrem dilakukan melalui penghijauan, gotong royong membersihkan selokan, dan pengelolaan sampah efektif.
1. Aktivitas angin musim Asia yang signifikan sehingga menyebabkan pertumbuhan awan hujan di Sebagian besar wilayah Indonesia.
2. Adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Timor, Teluk Carpentaria, dan di Samudra Hindia barat Sumatra yang memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian barat dan Selatan ekuator, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi bagian Selatan, serta berdampak pada peningkatan gelombang tinggi di perairan sekitarnya.
3. Aktivitas gelombang atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem.
c. Berikut aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem:
- Penghijauan dan penanaman pohon disekitar rumah, dan lahan kosong untuk menyerap air hujan, serta mencegah banjir.
- Bergotong royong membersihkan selokan atau saluran air agar tidak tersumbat.
- Membiasakan untuk memilah sampah organic dan anorganik. Karena sampah plastik yang menumpuk sering menjadi penyebab banjir.
- Membuat sumur resapan untuk menampung air hujan.
d. Solusi untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem:
Baca Juga: Kunci Jawaban Ekonomi Kelas XI Halaman 65: Menganalisis Permasalahan Ketenagakerjaan
- Mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang dan mendaur ulang sampah.
- Menanam pohon atau tanaman di rumah.
- Menggunakan Listrik seperlunya, beralih ke lampu hemat energi.
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk menekan emisi.
- Membuat sumur resapan atau biopori agar air hujan bisa masuk ke tanah dan tidak menimbulkan banjir.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel