- Kedutaan Besar Spanyol meminta perpanjangan pencarian korban KM Putri Sakinah yang hilang di Perairan Selat Pulau Padar, NTT.
- Operasi SAR diperpanjang dua hari, Kamis (8/1) hingga Jumat (9/1), setelah pencarian hari ke-13 belum menemukan satu korban.
- Kecelakaan kapal menewaskan empat orang; tiga korban telah ditemukan setelah kapal yang membawa wisatawan Spanyol tenggelam.
SuaraBali.id - Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta kembali meminta agar proses pencarian satu lagi korban tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah yang hingga kini belum ditemukan, dilanjutkan lagi setelah per Rabu (7/1) hari ini adalah hari pencarian terakhir.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra dihubungi di Kupang, Rabu mengatakan informasi tersebut diperoleh langsung dari Kapolres Manggarai Barat setelah evaluasi bersama Kepala SAR Maumere.
"Berdasarkan informasi sementara dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Orang Maumere Pak Fathur Rahman rencana ada penambahan dua hari untuk operasi SAR," katanya.
Operasi perpanjangan itu dilakukan mulai Kamis (8/1) besok hingga Jumat (9/1) dengan menyisir sejumlah lokasi yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal tersebut.
Operasi perpanjangan pencarian menjadi dua hari itu juga ujar dia, dilakukan setelah adanya permintaan perpanjangan pencarian oleh Kedubes Spanyol di Jakarta.
Pencarian korban kapal tenggelam telah mencapai hari ke-13 per Rabu (7/1) hari ini.
Selama 13 hari pencarian tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan tiga korban tenggelam dan hilang dari total empat korban.
Korban pertama ditemukan adalah seorang anak perempuan berusia 12 tahun, lalu menyusul pelatih Valencia, ketiga adalah anak laki-laki berusia 10 tahun.
Proses pencarian lanjutan yang dilaksanakan pada Kamis (8/1) besok dan Jumat (9/1) diharapkan dapat menemui hasil positif.
Baca Juga: Motif Dendam Terungkap! Kronologi Pembunuhan Turis Spanyol di Hotel Senggigi
Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal motor Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT.
Kapal pinisi itu membawa 11 penumpang yang terdiri atas enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu orang pemandu wisata, serta empat orang kru kapal.
Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sedangkan empat orang lainnya dinyatakan hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Kota Denpasar dan Sekitarnya Sabtu 21 Februari 2026
-
Korban Jambret Tewas Nabrak Tiang Listrik, Pelaku Ternyata Baru Keluar dari Penjara
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 252: Puisi Gadis Peminta-Minta
-
Stop Lakukan Ini Saat Sahur! 4 Menu Penyebab Kamu Cepat Haus Saat Puasa
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas IX Halaman 78 Uji Pemahaman: Blockly dan Scratch