- Bandara I Gusti Ngurah Rai memasang kamera pendeteksi suhu tubuh untuk antisipasi penyebaran virus Superflu.
- Kerja sama dilakukan dengan BBKK Denpasar yang menyiagakan petugas pemantau kesehatan penumpang sejak Rabu (7/1/2025).
- Mitigasi lanjutan telah disiapkan termasuk pemantauan berkelanjutan dan koordinasi intensif terkait 62 kasus Superflu tercatat.
SuaraBali.id - Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai melakukan upaya antisipasi untuk mencegah masuknya virus Superflu.
Upaya itu dilakukan dengan memasang kamera pendeteksi suhu tubuh di areal Bandara I Gusti Ngurah Rai.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati menjelaskan jika pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar untuk melakukan hal tersebut.
Pemasangan kamera itu dimaksudkan agar dapat memeriksa potensi gangguan kesehatan penumpang.
“BBKK Denpasar juga telah menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh,” ujar Nugroho, Rabu (7/1/2025).
“Hal ini dilakukan guna mengidentifikasi secara dini potensi gangguan kesehatan yang di alami penumpang saat berasa di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” imbuh dia.
Kamera itu merupakan alat yang sempat digunakan untuk hal serupa pada masa pandemi Covid-19. Alat itu ditempatkan pada area khusus yang dimaksudkan untuk memeriksa kesehatan penumpang.
Peralatan seperti thermometer dan thermogun juga disiagakan dan dipastikan masih beroperasi dengan baik.
Nugroho menambahkan jika pihaknya akan memantau perkembangan terhadap kondisi penumpang di bandara secara berkelanjutan.
Baca Juga: BMKG: 547 Gempa Bumi Terjadi di Bali Selama Tahun 2025
Dia mengaku sudah menyiapkan langkah mitigasi jika ditemukan potensi penyakit dari para penumpang.
“Sebagai bentuk mitigasi lanjutan, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memonitor perkembangan lebih lanjut,” paparnya.
Hingga awal Januari ini, Kementerian Kesehatan telah mencatat adanya 62 kasus Superflu atau influenza H3N2 di Indonesia.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Hati-hati! Polisi Ungkap Sindikat Haji Ilegal dengan Tarif Rp300 Juta, Begini Modusnya
-
Harta Mewah Koruptor Bandara Lombok di Bali Bakal Dilelang
-
Bukan Penjara, Kejaksaan Lombok Tengah Ubah Pelaku Kejahatan Jadi Tenaga Kerja Handal
-
Bukan Mistis, Ini Cara Keren Fadli Zon Kenalkan Keris ke Generasi Digital
-
Warga Lombok Temukan Harta Karun Keramik Kuno Saat Bongkar Makam, Videonya Viral