- Materi Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka fokus pada karya dan ekspresi melalui puisi, termasuk analisis puisi "Gadis Peminta-Minta".
- Puisi "Gadis Peminta-Minta" karya Toto S. Bachtiar menggambarkan kesedihan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan pengemis kota.
- Amanat utama puisi tersebut adalah pentingnya kepedulian sosial terhadap penderitaan orang lain di sekitar kita.
SuaraBali.id - Dalam mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka BAB VI bertemakan “Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi”.
Melansir dari buku Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X (2023) karya Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar dan Alvian Kurniawan dalam Bab tersebut siswa diajarkan untuk berkarya dan berekspresi melalui puisi.
Pada halaman 251 terdapat puisi berjudul “Gadis Peminta-Minta”. Sementara di halaman selanjutnya siswa disajikan soal-soal yang berkaitan dengan puisi tersebut. Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 252.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 252
Puisi berjudul “Gadis Peminta-minta” karya Toto S. Bachtiar mengisahkan tentang kehidupan seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota yang penuh kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian.
Siswa ditugaskan untuk menganalisa puisi tersebut secara berkelompok 4 – 5 orang.
1. Perasaan yang ingin diungkapkan penyair
Jawaban: Perasaan yang ingin diungkapkan sang penyair adalah perasaan sedih, haru, iba dan empati terhadap seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota.
Penyair merasa sedih melihat gadis kecil yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan, tetapi tetap tersenyum dan bermimpi tentang dunia yang lebih indah.
Baca Juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas IX Halaman 78 Uji Pemahaman: Blockly dan Scratch
Penyair juga merasa haru dan iba melihat gadis kecil yang memiliki jiwa yang murni dan tidak dikenal duka, tetapi tidak dapat membagi dukanya dengan siapa pun.
Penyair juga merasa empati terhadap gadis kecil yang hidup di tengah-tengah keriuhan kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasibnya.
Penyair berharap gadis kecil itu dapat hidup lebih baik dan Bahagia, tetapi juga menyadari bahwa kematian mungkin menjadi akhir dari semua penderitaannya.
2. Nada dan suasana yang terkandung
Jawaban: Nada dan suasana yang terkandung dalam puisi tersebut nada sedih dan suasana pilu. Dimana menggambarkan kehidupan seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota. Penyair menggunakan kata-kata yang menggambarkan kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian yang dialami oleh gadis kecil tersebut.
Penyair juga menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya. Penyair juga mengkritik kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan Nasib gadis kecil tersebut. Nada dan suasana ini menimbulkan perasaan sedih, iba dan prihatin pada pembaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Bikin Ketar-ketir Menteri, Prabowo Todong Komitmen Proyek Listrik 100 GW
-
TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia