- Materi Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka fokus pada karya dan ekspresi melalui puisi, termasuk analisis puisi "Gadis Peminta-Minta".
- Puisi "Gadis Peminta-Minta" karya Toto S. Bachtiar menggambarkan kesedihan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan pengemis kota.
- Amanat utama puisi tersebut adalah pentingnya kepedulian sosial terhadap penderitaan orang lain di sekitar kita.
3. Makna dan amanat yang ingin disampaikan penyair
Jawaban: Makna dari puisi tersebut adalah kehidupan seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota sangat berbeda dengan hidup penyair yang lebih beruntung serta amanat bahwa kita harus peduli dan tidak mengabaikan orang-orang yang menderita di sekitar kita.
Penyair menggunakan kata-kata yang menggambarkan kontras antara dunia gadis kecil yang penuh kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian dengan dunia penyair yang penuh kehidupan, angan-angan, kemayaan, dan gembira.
Penyair menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya. Penyair juga mengkritik kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan Nasib gadis kecil tersebut. Makna dan amanat ini menimbulkan perasaan sedih, iba, dan prihatin pembaca.
4. Pengalaman atau kesan yang dirasakan saat bertemu dengan gadis kecil peminta-minta di jalanan
Jawaban: Pembaca merasa tersentuh dan terharu oleh kisah gadis kecil yang menjadi pengemis di kota penuh kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan dan kematian.
Pembaca juga terharu dengan sikap penyair yang menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, namun juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya.
Pembaca merasa terkesan oleh kritik penyair terhadap kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan Nasib gadis kecil tersebut. Pengalaman atau Kesan ini menimbulkan perasaan sedih, iba dan prihatin.
5. Penjelasan tema teks puisi
Baca Juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas IX Halaman 78 Uji Pemahaman: Blockly dan Scratch
Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” bertema tentang kepedulian sosial. Hal ini digambarkan dengan perasaan si “aku” terhadap kehidupan seorang gadis kecil yang meminta-minta.
Bukti tema kepedulian sosial ini tergambar dari larik/baris yang menunjukkan rasa peduli si aku, yaitu/ ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil/pulang ke bawah jembatan/ .
Baris tersebut menunjukkan kepedulian si aku yang ingin mengunjungi, melihat dan mengalami kehidupan gadis kecil peminta-minta di bawah jembatan.
Rasa peduli si aku juga tampak pada larik /Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal/Jiwa begitu murni, terlalu murni/ Untuk bisa membagi dukaku/.
Melalui baris tersebut, si aku merasa gadis kecil peminta-minta yang hidup di lingkungan kotor tersebut jiwanya begitu murni dan suci sehingga menimbulkan perasaan duka pada si aku.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Langkah Nyata CSR BRI Peduli: Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 9.500 Orang
-
Bakar Sampah di Bali Bisa Dipidana? Simak Penjelasan Lengkap Gubernur Koster
-
Kunci Jawaban Soal SNBT: Pengetahuan dan Pemahaman Umum
-
Gaya Baru ASN Mataram, Ke Kantor Pakai Sepeda
-
Hotman Paris Soroti Kondisi Pantai Kuta: Ini Pantai atau Apa?