Muhammad Yunus
Selasa, 07 April 2026 | 18:13 WIB
Ilustrasi soal SNBT (Freepik)
Baca 10 detik
  • Siswa yang tidak lolos seleksi SNBP 2026 dapat mencoba kembali melalui jalur SNBT untuk masuk perguruan tinggi negeri.
  • Materi tes SNBT meliputi Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi yang mencakup berbagai kemampuan penalaran serta literasi bahasa.
  • Artikel menyediakan contoh soal beserta pembahasannya sebagai panduan latihan ujian bagi peserta seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.

SuaraBali.id - Bagi pelajar yang tidak berhasil lolos Perguruan Tinggi Negeri dalam seleksi SNBP 2026, masih ada kesempatan untuk mencoba jalur SNBT.

Materi tes dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terdiri atas dua komponen, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.

Dalam Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis tes, diantaranya yakni Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris hingga Penalaran Matematika.

Berikut contoh soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU) SNBT yang pernah muncul saat SNBT beberapa tahun lalu:

1. Bacalah tulisan berikut untuk menjawab pertanyaan!

(1) Urbanisasi sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi, namun fenomena urban sprawl (pemekaran kota yang tidak terkendali) membawa dampak ekologis yang serius.

(2) Konversi lahan pertanian dan hutan menjadi area permukiman mengurangi daerah resapan air, meningkatkan risiko banjir, dan memutus koridor keanekaragaman hayati.

(3) Selain itu, ketergantungan pada kendaraan pribadi akibat sistem transportasi publik yang buruk di daerah penyangga memperparah emisi karbon.

(4) Konsep Compact City ditawarkan sebagai antitesis, menekankan pada kepadatan hunian tinggi yang terintegrasi dengan transportasi massal.

Baca Juga: Jangan Asal Masuk PTN! Lakukan 3 Persiapan Penting Ini Sebelum Terlambat

(5) Namun, implementasi konsep ini di negara berkembang menghadapi tantangan sosial-budaya.

(6) Masyarakat sering kali memiliki preferensi kultural terhadap rumah tapak (landed house) dibandingkan hunian vertikal.

(7) Resistensi ini diperkuat oleh mahalnya biaya perawatan apartemen dan kurangnya ruang interaksi sosial komunal yang menjadi ciri khas kampung kota.

(8) Oleh karena itu, pendekatan perencanaan kota tidak boleh hanya bersifat teknokratis, melainkan harus partisipatif dengan mengakomodasi kearifan lokal.

Kalimat utama paragraf pertama terdapat pada...

A. Kalimat (1)

Load More