- Tiga residivis Lapas Gianyar menjambret korban Juhaeryah Velina hingga tewas pada Sabtu, 7 Februari 2026.
- Pelaku A, SY, dan AS ditangkap pada Kamis, 12 Februari 2026 saat hendak kabur ke Jawa Barat.
- Motif penjambretan ini karena faktor ekonomi dan pelaku terancam Pasal 479 ayat 3 dengan hukuman maksimal 15 tahun.
SuaraBali.id - Belum sepekan usai A (24), SY (21), dan AS (40) keluar dari Lapas Gianyar usai menjalani hukuman.
Kini, mereka harus kembali menghadapi hukum usai ketiga komplotan tersebut menjadi pelaku penjambretan yang menewaskan perempuan bernama Juhaeryah Velina (46), Sabtu (7/2/2026) lalu.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial usai tertangkap CCTV itu memperlihatkan korban yang mengendarai sepeda motor oleng usai dijambret pelaku hingga menabrak tiang listrik dan tewas.
Setelah diburu oleh kepolisian, ketiga pelaku diamankan di dua lokasi berbeda pada Kamis (12/2/2026) lalu.
Dua di antaranya sudah bersiap untuk berangkat menaiki kendaraan travel untuk kabur ke Depok dan Purwakarta.
“Mau ke Jawa Barat. Sudah siap travel nanti menuju Jawa Barat, di Depok dan di Purwakarta, dengan tujuan untuk bekerja di sana,” ungkap Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Sabtu (21/2/2026).
Joseph juga menyebut ketiga pelaku saling mengenal ketika sama-sama mendekam di Lapas Gianyar.
Mereka ditahan karena melakukan tindakan pencurian biasa dan pencurian dengan pemberatan.
Mereka bertiga bebas dalam waktu yang hampir berbarengan antara akhir Januari dan awal Februari 2026.
Baca Juga: Saat Narapidana Ikut Bersihkan Pantai Kedonganan dari Sampah
Namun, bukannya jera, mereka justru merencanakan penjambretan ini dengan matang usai keluar dari penjara.
Termasuk juga sepeda motor yang mereka gunakan untuk menjambret juga merupakan sepeda motor curian.
“Jadi ketika mereka keluar, mereka mungkin mengatur siasat, strategi untuk melakukan perbuatan tindak pidana,” tutur Joseph.
“Status kendaraan ini juga merupakan barang dari hasil tindak pidana pencurian. Nanti kita sudah amankan dan kita akan lakukan pengembangan lebih lanjut,” tambah dia.
Terkait peristiwa tersebut, Joseph menjelaskan jika ketiga pelaku sengaja menargetkan korban karena perempuan dan kebetulan saat itu membawa tas.
Motif pelaku melakukan perbuatannya murni didasari faktor ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Warga Bali Bakar Sampah Terancam Pidana, Bagaimana Cara Olah Sampah yang Benar?
-
Masuk Global 500 2026, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia
-
Kunci Jawaban Soal SNBT: Literasi Bahasa Indonesia
-
Berapa Skor Aman Lolos SNBT? Ternyata Ini Penentu Kelulusan Harus Kamu Tahu
-
Viral Warga Bali Bakar Sampah di Teba Modern, Warganet: Denpasar on Fire