- Kota Mataram batasi pembuangan sampah TPA harian jadi sekali ritase, padahal produksi mencapai 200 ton per hari.
- Masyarakat wajib pilah sampah organik (kantong putih) dan anorganik (kantong hitam) untuk bisa diangkut petugas.
- Sanksi bagi pelanggar, termasuk hotel dan restoran, adalah sampah tidak diangkut; sosialisasi dilakukan segera tanpa seremoni.
“Ikut mensosialisasikan kepada masyarakat apa dan bagaimana mereka memilah. Apa saja yang harus dipilah,” katanya.
Ia menegaskan, sanksi yang akan diterapkan jika masyarakat tidak memilah sampah yaitu tidak akan diangkut.
Tidak hanya berlaku untuk rumah tangga, melainkan juga hotel, restoran dan kafe.
“Ini instruksi yang baru dan kita sedang sosialisasikan dan belum genap seminggu,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Cakranegara, I Gusti Ayu Pradnya Premasita mengatakan dirinya sudah mulai memilah sampah.
Namun dirinya untuk sementara ini belum memiliki kantong plastik warna putih, maka digantikan dengan karung.
“Pakai karung yang sampah organik dulu. Belum ada kantong plastik putih,” katanya.
Ia mengatakan, pemilahan sampah ini katanya berdasarkan selebaran yang berisi instruksi walikota yang diberikan petugas sampah.
“Dapat selebaran tadi ini. Tiba-tiba ada di halaman rumah untuk pilah sampah,” ungkapnya.
Baca Juga: Kapasitas Tempat Pembuangan Sampah di Lombok Barat Menipis
Sita sapaan akrabnya mengakui untuk tahap awal pelaksanaannya terasa ribet. Namun program pemilahan sampah sebenarnya sudah semestinya dilakukan sejak lama.
Menurutnya, persoalan sampah di Kota Mataram tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja, apalagi dengan volume sampah rumah tangga yang terus bertambah setiap hari.
“Soal sampah ini kan masalah kita semua. Harusnya dari dulu sudah mulai pilah sampah dari rumah, bukan baru sekarang,” ujar Sita.
Ia berharap program pilah pilih sampah ke depan bisa terus berjalan dan tidak hanya digalakkan ketika tempat pembuangan akhir sudah penuh.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg
-
Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Terjadi Gempa Bumi Flores, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak