- Sebanyak 518 honorer Pemerintah Provinsi NTB diputus kontrak per 31 Desember 2025 sesuai aturan berlaku.
- Perwakilan honorer melakukan aksi di depan kantor gubernur, kemudian berdiskusi dengan Gubernur NTB.
- Pemprov NTB akan memberikan tali asih kepada honorer karena kontrak tidak diperpanjang berdasarkan keputusan nasional.
SuaraBali.id - Honorer Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 518 tidak bisa diselamatkan. Pasalnya, berdasarkan aturan yang berlaku, ratusan honorer tersebut diputus kontrak per 31 Desember 2025.
Perwakilan honorer tersebut sudah melakukan aksi solidaritas beberapa kali di depan kantor gubernur NTB.
Mereka meminta agar keputusan tersebut disampaikan langsung Gubernur H. Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.
Bahkan puncak aksi yang dilakukan yaitu pada saat Pemerintah Provinsi NTB yang memperingati hari jadi ke 67 tahun.
Dimana, peringatan tersebut diwarnai dengan aksi demo perwakilan 518 honorer pemprov NTB.
Para perwakilan honorer ini melakukan aksi di simpang empat kantor gubernur NTB dari sore hingga azan magrib.
Perwakilan dari 518 honorer tersebut diberikan ruang dan diajak berdiskusi pada acara NTB Bermunajat selesai sekitar pukul 23.00 wita.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan ratusan honorer lingkup Pemprov NTB tidak kena pemutusan hubungan kerja (PHK) melainkan kontrak yang tidak diperpanjang pada akhir Desember ini.
“Sudah kami sampaikan. Bahwa keputusan ini bukan sesuatu yang ringan terhadap kami. Setelah 10 bulan dilantik, pada saat masuk kami keputusan ini sudah diambil pemerintah pusat,” katanya Rabu (17/12) malam.
Baca Juga: Daftar Destinasi Wisata yang Harus Dihindari Saat Musim Hujan
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sudah berusaha untuk mencari jalan keluar terhadap keberadaan honorer. Pasalnya selama ini telah banyak membantu dalam memberikan pelayanan.
“Saya pribadi sudah menemui para pejabat-pejabat di pusat berulang-ulang kali. Tapi memang tidak ada peluang. Ini adalah keputusan yang sifatnya nasional dan kita harus mengakhiri kontraknya di akhir bulan ini pada tanggal 31 Desember,” ujarnya.
Para honorer sudah diberikan pengertian terhadap keputusan ini. Pemprov NTB dengan segala keterbatasan anggaran yang ada, pemda akan memberikan tali asih kepada para honorer tersebut atas kinerjanya.
“Ini bisa mengurangi dampak mereka. Bisa bertahan atau mulai bisnis dan paling tidak untuk mempersiapkan diri,” katanya.
Besaran uang tali asih yang akan diberikan ini sambung Iqbal masih dalam tahap koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Koordinasi yang dilakukan untuk meminta izin agar keputusan tersebut tidak melanggar aturan yang ada.
“Tanggal 31 Desember ini harus diakhiri kontrak dan kami akan berikan tali asih. Daftar nama teman-teman sudah ada pada kami. Kinerjanya juga masih ada siapa yang paling baik dan siapa yang tidak masuk dan itu akan kami simpan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan ke Pantai Dulu! BMKG Peringatkan Potensi Air Laut Pasang di Bali
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali