Muhammad Yunus
Senin, 01 Desember 2025 | 15:04 WIB
Tim SAR gabungan menemukan pemuda hilang saat berwisata di Air Terjun Kembar, Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (4/11) [SuaraSulsel.id/Basarnas Makassar]
Baca 10 detik
  • Pemerintah NTB mengimbau wisatawan berhati-hati selama musim hujan akhir 2025 karena potensi bahaya di lokasi wisata.
  • Destinasi seperti air terjun, perbukitan, pantai, dan sungai memerlukan kewaspadaan ekstra akibat potensi longsor atau banjir rob.
  • BPBD NTB meminta Pokdarwis memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan jalur evakuasi di lokasi wisata rawan.

SuaraBali.id - Pada musim hujan di wilayah Provinsi NTB akhir tahun 2025 ini, pemerintah daerah mengingatkan untuk lebih berhati-hati pada saat berlibur.

Destinasi wisata di NTB sangat beragam, mulai dari destinasi wisata pantai, air terjun, perbukitan hingga wisata khusus pendakian Gunung Rinjani.

Ada beberapa destinasi wisata yang harus dihindari dan lebih berhati-hati pada musim hujan ini.

Pemerintah daerah mengingatkan untuk lebih berhati-hati di destinasi wisata saat ini saat musim hujan.

1. Destinasi wisata air terjun

Di NTB terdapat banyak sekali destinasi wisata air terjun yang cukup dikenal masyarakat.

Hanya saja pada saat musim hujan ini lebih berhati-hati karena rawan longsor.

Salah satu wisata air terjun yang ramai dikunjungi yaitu Air Terjun Benang Kelambu yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

2. Perbukitan

Baca Juga: 7 Destinasi Bali Akan Membawamu ke Era Kerajaan Hindu, Turis Wajib Kunjungi

Destinasi wisata ini kerap menjadi pilihan masyarakat untuk bisa melihat keindahan Lombok di ketinggian.

Di Lombok terdapat banyak sekali perbukitan yang menjadi tujuan masyarakat.

Namun pada musim hujan ini, destinasi wisata ini menjadi salah satu yang menuntut kehati-hatian.

3. Pantai

Meski bukan destinasi yang curam, namun destinasi wisata pantai juga harus lebih berhati-hati pada musim hujan ini.

Pasalnya, banjir rob rawan terjadi di beberapa pantai di Pulau Lombok.

4. Sungai

Beberapa sungai di Lombok dibuat menjadi destinasi wisata oleh masyarakat setempat. Arus yang cukup deras menarik wisatawan untuk bermain arum Jeram.

Pada musim hujan ini, masyarakat harus lebih berhati-hati ketika berlibur ke destinasi wisata sungai.

Salah satu yang cukup ramai di kunjungi yaitu destinasi wisata “Aiq Nyet” yang ada di Lombok Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahmadi mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengingatkan para pengunjung lebih berhati-hati. Bahkan di lokasi yang cukup rawan harus difasilitasi dengan rambu-rambu.

“Ada Pokdarwis juga yang ada di kawasan itu. Biasanya tempat-tempat yang indah itu juga rawan. Air terjun dan yang curam-curam itu hindarilah,” tegasnya Senin (1/12) siang.

Pasangan rambu-rambu ini harus menjadi kelengkapan di masing-masing destinasi wisata.

Hal ini menjadi sangat penting agar para wisatawan bisa lebih waspada terutama di lokasi-lokasi rawan.

“Rambu-rambu yang perlu dilengkapi itu rawan longsor, jalur evakuasi juga harus ada di destinasi wisata,” ujarnya.

Untuk destinasi wisata Tiga Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air di Kabupaten Lombok Utara, Ahmadi meminta untuk lebih berhati-hati.

Apalagi terjadi gelombang tinggi untuk menghindari penyeberangan.

“Harus dihindari ketika gelombang tinggi di Tiga Gili,” katanya.

Kontributor: Buniamin

Load More