- Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio mengidentifikasi empat isu mendesak atau 'hantu' yang harus segera diselesaikan Presiden Prabowo Subianto
- Empat isu tersebut mencakup proyek Kereta Cepat Whoosh, masalah legalitas ijazah Wapres Gibran, kasus hukum Silfester, dan kelanjutan proyek IKN
- Hendri mengusulkan IKN dihentikan jika tidak memungkinkan, dan disarankan diubah menjadi destinasi wisata khusus konser internasional untuk pemerataan pembangunan
“Menurut gue ini hantunya mesti diberesin, Whoosh inikan isunya keuangan, ijazahnya Gibran isunya Politik, Silfester ini isunya hukum, IKN juga isu keuangan, jadi beda – beda nih sebenarnya hantunya, di setiap bidang ada,” serunya.
Hendri berharap jika kepedepannya pemerintahan Prabowo akan semakin lebih baik dan janji – janji kampanyenya bisa terpenuhi.
Hendri Satrio Usulkan IKN Jadi Destinasi Wisata Khusus Konser
Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur apabila tidak mungkin dilanjutkan maka sebaiknya dihentikan saja.
Hendri sontak berpendapat bahwa untuk menghidupkan IKN Kembali yakni dengan mengubahnya menjadi destinasi konser.
“IKN itu kalau sudah tidak mungkin lagi dilanjutkan, dihentikan saja. Nah saran saya dijadikan destinasi wisata atau misalnya jadi destinasi konser,” ujar Hendri, dikutip dari youtubenya, Rabu (29/10/25).
Menurut Hendri untuk mengubah IKN menjadi destinasi konser ini hanya perlu memperbaiki bandara, sehingga penerbangan akan langsung ke tempat tujuan.
“Dijadikan destinasi konser, tapi syaratnya harus ada penerbangan langsung kesitu,” jelas Hendri.
“Bandaranya kan sudah ada, tinggal dibagusin. Jadi bandaranya dibagusin, terus jadi destinasi wisata khusus konser,” tambahnya.
Baca Juga: Isu Prabowo Kembalikan Punggawa KPK Menguat, Yudi: Kami Berharap Benar
Hendri menyebut bahwa selama ini event konser Internasional selalu diarahkan di DKI Jakarta.
Menurut Hendri alangkah baiknya untuk pemerataan Pembangunan, event – event konser besar tersebut mulai dipindahkan ke IKN. Sehingga, hotel – hotel yang sudah terbangun megah di IKN juga bisa dimanfaatkan dengan baik.
“jadi misalnya ada konser – konser internasional, jangan di Jakarta terus, kan tidak merata juga Pembangunan,” kata Hendri.
“Jadi terbangin langsung kesitu (IKN), hotel – hotel kan sudah ada, jadi laku hotel – hotelnya,” tambahnya.
Meskipun event – event konser tersebut tidak setiap hari berlangsung, namun menurut Hendri akan sangat membantu menghidupkan IKN. Sehingga hal – hal seperti ini menurut Hendri harus segera dikomunikasikan oleh Kementerian Pariwisata.
“Walaupun mungkin kan enggak setiap hari ada konser. Tapi kan minimal kalau misalnya sebulan tiga kali aja ada konser sudah lumayan itu, hotel – hotel bisa hidup,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia