- Tim gabungan menertibkan ojek online dan pangkalan ilegal di Pantai Berawa atas keluhan dari masyarakat dan wisatawan.
- Sebanyak 37 pengemudi ojol ditindak karena pelanggaran seperti plat nomor tidak sesuai aplikasi, dengan 4 motor disita.
- Turis tak sopan juga ditegur. Penertiban akan terus dilakukan demi menjaga citra pariwisata Bali.
SuaraBali.id - Penertiban terhadap ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) ilegal di sepanjang Jalan Raya Pantai Berawa, Sabtu (25/10/2025) malam.
Hal ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari aparat Polsek Kuta Utara dan aparat Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung.
Penertiban dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat dan wisatawan tentang maraknya aktivitas ojek liar yang sering menimbulkan gangguan ketertiban umum di kawasan wisata tersebut.
Adapun Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya memimpin operasi ini bersaama degan Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudinamelibatkan unsur TNI, Satpol PP, Linmas, Bankamda Desa Adat Canggu, Inteldakim Kelas I Khusus TPI Ngurah, Satgas Gojek, serta perangkat desa setempat.
Kompol Agus Pasek menuturkan bahwa penertiban mencakup pemeriksaan STNK, SIM, plat nomor, atribut pengemudi, serta penggunaan aplikasi resmi ojol.
Petugas juga menegur penumpang yang tidak mengenakan helm dan mengimbau kepatuhan berlalu lintas.
"Kita juga melakukan pemeriksaan aplikasi yang digunakan oleh pengemudi ojol (Gojek, Grab, dan sejenisnya) untuk memastikan penggunaan aplikasi resmi dan akun pribadi," bebernya, Senin (27/10/2025).
Dari hasil penindakan, 37 pengemudi ojol terjaring pelanggaran.
Sebanyak 10 pengemudi menggunakan plat nomor tidak sesuai aplikasi, 8 orang mengoperasikan kendaraan tanpa aplikasi resmi, 3 orang memakai plat luar daerah, 6 penumpang tidak mengenakan helm, dan 10 pengemudi tidak memakai atribut ojol yang sesuai.
Baca Juga: Kericuhan Demo di Polda Bali: 22 Ditangkap, 8 Polisi Luka, Ancaman 'Travel Warning' Mengemuka
"Barang bukti yang diamankan selama penertiban yakni 4 unit sepeda motor, 1 buah STNK, dan 80 buah jaket ojol," ungkap Kompol Agus Pasek.
Selain terhadap ojol, penindakan juga dilakukan kepada wisatawan mancanegara (wisman) yang berperilaku tidak sopan di tempat umum, seperti berkendara tanpa helm atau pakaian layak, serta melanggar aturan lalu lintas di wilayah Desa Tibubeneng
"Jadi, ada beberapa wisman yang telah dilakukan pembinaan dan teguran secara persuasif, serta diberikan imbauan," katanya.
Agus Pasek menegaskan, sebagian besar pengemudi ojol yang terjaring razia menggunakan akun sewaan atau aplikasi tidak resmi, yang dapat menimbulkan kerawanan hukum dan keamanan transportasi online di kawasan wisata.
"Jika tidak dilakukan penindakan dan pembinaan secara berkelanjutan, hal tersebut dapat merusak citra pariwisata Bali serta menimbulkan keresahan masyarakat setempat," bebernya.
Penertiban ini, lanjutnya, akan dilakukan secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Jangan Salah! Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia Anda
-
Rekomendasi Mobil Keluarga Terbaik di 2026
-
Rilis Bulan Depan, Ini Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra
-
BMKG Deteksi Pusat Tekanan Rendah di Selatan NTB, Ancaman Cuaca Ekstrem?
-
Dua Kasus Super Flu Ditemukan di Bali, Begini Kondisi Pasien