- Badung memiliki simpanan Rp 2,27 T, urutan ke-11 tertinggi di antara Pemda.
- Kemenkeu ungkap Rp 234 T dana Pemda mengendap di bank akibat belanja lambat.
- Menkeu Purbaya desak Pemda percepat realisasi belanja produktif, jangan menimbun dana.
SuaraBali.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Badung, Bali masuk dalam 15 daftar Pemda dengan simpanan tertinggi berdasarkan data Kementerian Keuangan.
Simpanan Pemda Kabupaten Badung menempati urutan 11 tertinggi, yakni mencapai Rp 2,27 Triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa masih banyak pemda yang menumpuk uang dalam jumlah besar di perbankan, meski realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan lambat sepanjang 2025.
Purbaya menerangkan bahwa realisasi belanja yang lebih lambat tersebut membuat dana menumpuk di perbankan.
Purbaya menyebut setidaknya ada dana mengendap hingga Rp 234 triliun di bank.
Hal ini diungkapkan oleh Purbaya dalam rapat pengendalian inflasi Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat pada Senin 20 Oktober 2025.
“Rendahnya serapan tersebut berakibat menambah simpanan uang Pemda yang nganggur di bank sampai Rp 234 triliun. Jadi jelas, ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan realisasi belanja APBD hingga September 2025 baru mencapai Rp 712,8 triliun atau setara 51,3% dari total pagu Rp 1.389 triliun.
Angka ini lebih rendah 13,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Keadilan yang Terbalik: Tagih Utang, Pasutri Penjual Sayur Justru Berakhir di Penjara
“Artinya, perputaran ekonomi daerah berjalan lebih lambat. Kalau kita rinci, belanja pegawai relative stabil turun tipis 0,7%, tapi yang perlu perhatian serius adalah belanja modal hanya Rp 58,2 triliun atau turun lebih dari 31%. Padahal ini belanja yang langsung berdampak ke Pembangunan dan lapangan kerja,” jelas Purbaya.
Realisasi belanja barang dan jasa turun 10,5% dan belanja lainnya anjlok 27,5%. Menurutnya, angka ini mencerminkan perlambatan eksekusi di banyak pos.
“Saya ingatkan, percepatan realisasi belanja terutama yang produktif harus ditingkatkan dalam tiga bulan terakhir tahun ini,” ungkapnya.
“Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito,” tambahnya.
Berdasarkan data BI per 15 Oktober 2025, berikut 15 pemda dengan simpanan tertinggi di perbankan per September 2025:
1. Provinsi DKI Jakarta – Rp 14,68 triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!