- Menurut pengamat Rocky Gerung, Jokowi tidak bisa tidur nyenyak karena netizen terus membongkar skandal.
- Kasus Kereta Cepat Whoosh disebut sebagai skandal yang paling sulit dihindari Jokowi karena ada dugaan mark up
- Proyek Whoosh yang beralih dari Jepang ke China ini kini menjadi beban utang negara dan berpotensi pidana.
“sebetulnya sudah dibahas juga dulu, apa pentingnya kereta cepat itu? Untuk mempercepat pergerakan Masyarakat dari Bandung ke Jakarta, dengan skala yang beda hanya setengah jam. Bahkan mereka yang berbisnis merasa lebih penting naik mobil aja,” jelas Rocky.
“Jadi ada Kalkulasi yang salah, yang menyebabkan akhirnya kereta itu jadi beban utang. Kita akhirnya harus membayar utang dengan China,” sambungnya.
Utang hingga kerugian besar yang kini harus ditanggung negara, menurut Rocky sebagai ketidakcermatan dalam pembuatan kebijakan.
Bahkan, orang – orang yang ikut masuk di dalamnya menurut Rocky bisa saja dipidanakan apabila terbukti melakukan mark up dalam kasus Proyek Whoosh.
“Kerugian itu seharusnya dianggap sebagai ketidakcermatan pembuatan kebijakan, dengan akibat ketidakcermatan itu bisa kesengajaan, nah itu bisa jadi pidana,” ungkap Rocky.
“Itu bukan hanya sekedar perilaku politik, tapi kecendurungan untuk memaksakan tanpa meminta izin rakyat. Kalau rakyat sudah oke bahwa kereta cepat itu penting, tapi orang anggap ngapain? Pada waktu Pak Jokowi membuat kereta cepat itu hanya untuk memuaskan ego dia, dan didalamnya juga ada mark up, jadi kelihatannya itu yang bisa memasukkan beliau (Jokowi) ke dalam pidana, dalam kasus kereta cepat ini,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Lombok, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026