- Nama Bali berasal dari kata Sanskerta 'Wali' (persembahan) dan ‘Walidwipa’ di Prasasti Blanjong.
- Bali punya akar kuat tradisi Hindu-Bali, dipengaruhi Majapahit, dan legenda pisah dari Jawa.
- Legenda: Sidhi Mantra pisahkan Bali dari Jawa, terkait perilaku putranya, Manik Angkeran.
Sebagai salah satu pusat budaya dan agama Hindu di Indonesia, Bali memiliki akar yang dalam, dalam tradisi spiritual Hindu – Bali yang telah ada selama berabad – abad.
Namun, juga tidak lepas dari pengaruh kebudayaan lokal, kerajaan – kerajaan besar, dan bahkan penjajahan yang datang dari berbagai negara.
Bali sendiri memiliki hubungan erat dengan Sejarah Kerajaan – Kerajaan besar di Nusantara, termasuk Majapahit, yang meninggalkan jejak Sejarah yang sangat penting dalam perkembangan kebudayaan dan agama Hindu di pulau ini.
Ada sebuah cerita legenda tentang asal – usul Pulau Bali yang konon dulunya pernah menyatu dengan Pulau Jawa.
Cerita ini dikenal dalam Kitab Babad Bali, yang mengisahkan peristiwa pemisahan kedua pulau tersebut, yang terjadi akibat sebuah kejadian mistis yang melibatkan seorang brahmana bernama Sidhi Mantra.
Sidhi Mantra diceritakan melakukan meditasi yang sangat mendalam hingga akhirnya ia mampu memisahkan Pulau Dewata, yang kini dikenal sebagai Bali dari Tanah Jawa.
Sidhi Mantra berasal dari Kerajaan Daha di Kediri, Jawa Timur.
Sebagai brahmana yang dihormati, Sidhi Mantra memiliki seorang putra yang bernama Manik Angkeran.
Baca Juga: Ancaman Dampak Gempa Megathrust dari Selatan Bali ke Buleleng, Guncangan Kuat Sampai Likuifaksi
Manik Angkeran memiliki kebiasaan buruk, yaitu kecanduannya pada permainan judi. Akibat kebiasaan buruknya itu, Manik terjerat dalam utang yang sangat banyak.
Suatu hari, Ketika ia tidak mampu lagi membayar utangnya, ia memutuskan untuk meminta bantuan pada ayahnya, Sidhi.
Sidhi kemudian meminta bantuan dari makhluk mitologi yang dipercaya memiliki kekuatan luar biasa di Gunung Agung, Naga Basuki.
Sesampainya di Gunung, Sidhi mengeluarkan sebuah genta dan menyembunyikannya dengan harapan bisa membangunkan Naga Basuki.
Genta tersebut terdengar menggema hingga akhirnya sang naga muncul dan memberikan beberapa keping emas sebagai bantuan untuk membayar utang Manik.
Manik kemudian berhasil melunasi hutangnya dan berjanji tidak berjudi lagi. Namun janji tersebut diingkari oleh Manik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali