Dokter Tifa mengatakan bahwa pihaknya tidak meminta dunia untuk ikut turun tangan, melainkan hanya untuk mendengarkan hingga menyaksikan apa yang telah terjadi di Indonesia.
“Kami tidak meminta dunia untuk campur tangan, kami hanya mengundang dunia untuk menyaksikan, untuk mencatat, untuk mendengarkan. Karena kebebasan akademik dan hak untuk berkata benar adalah nilai universal dan dilindungi oleh UU Internasional dan ini tidak terikat oleh batas negara,” terangnya.
“Kami memohon kepada sahabat – sahabat kami di PBB, di Universitas – universitas dunia, di organisasi Hak Asasi Manusia Internasional, beri ruang bagi kasus ini. Sadari bahwa harga dari diamnya suara Nurani jauh lebih mahal daripada ketidaknyamanan politik sesaat,” sambungnya.
Tak hanya soal ijazah Jokowi, Dokter Tifa baru – baru ini juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membahas isu “Fufufafa”.
Melalui platform X miliknya, Dokter Tifa menyarankan Prabowo agar tidak ragu lagi membahas Fufufafa menjelang Oktober 2025.
Cuitan tersebut menjadi sorotan publik karena isinya yang provokatif. Dokter Tifa merujuk pada Pasal 7A UUD 1945 yang mengatur tentang mekanisme pemakzulan presiden dan wakil presiden.
Meskipun tidak menyebut nama secara gamblang, narasi yang dibangun kuat mengarah pada wacana pemakzulan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
“Kalau tahun 2024 Presiden @Prabowo masih sungkan bahas tentang Fufufafa. Maka saat ini, menjelang Oktober 2025 ini, adalah momentum yang tepat untuk Presiden @Prabowo bahas siapa Fufufafa. Tidak usah sungkan lagi dengan anak kurang ajar tidak tahu adat ini. Pasal 7A UUD 1945 jelas menyatakan Presiden dan Wapres bisa dimakzulkan ketika terbukti melakukan perbuatan tercela,” cuitnya.
Kontributor : Kanita
Baca Juga: Demo Berujung Narasi Gulingkan Prabowo? Amien Rais Ungkap Ada Geng di Baliknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka